Ekonomi & Bisnis

Rupiah Tancap Gas ke Rp16.790, Pasar Sambut Euforia Penundaan Tarif Trump, Sentimen Global Positif

×

Rupiah Tancap Gas ke Rp16.790, Pasar Sambut Euforia Penundaan Tarif Trump, Sentimen Global Positif

Sebarkan artikel ini
Grafik penguatan rupiah terhadap dolar AS setelah penundaan tarif dagang oleh Trump
Rupiah Tembus Rp16.790, Pasar Sambut Euforia Penundaan Tarif Trump

EKSPOSTIMES.COM- Rupiah akhirnya kembali menunjukkan taringnya. Mata uang Garuda menguat signifikan pada Kamis pagi, menembus level psikologis Rp16.800 per dolar AS, seiring dengan angin segar dari keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunda pemberlakuan tarif resiprokal terhadap puluhan negara selama 90 hari.

Di pasar spot, rupiah dibuka menguat 0,3% ke level Rp16.815, dan terus menanjak ke Rp16.790 pada pukul 09.05 WIB. Ini menjadi penguatan pertama sejak sebelum libur Lebaran, dan menjadi sinyal positif kuat bagi pelaku pasar.

Tak hanya rupiah, mata uang Asia lainnya pun ikut menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin reli dengan kenaikan 1,02%, diikuti baht Thailand 0,97%, yen Jepang 0,58%, dan dolar Taiwan 0,46%. Rupiah sendiri terapresiasi 0,45%, mengungguli ringgit Malaysia dan peso Filipina.

Sementara itu, yuan offshore dan yuan Tiongkok masih melemah, masing-masing turun 0,25% dan 0,03%, menandakan tekanan tetap ada pada perekonomian Tiongkok di tengah ketegangan dagang.

Baca Juga: Rupiah Tumbang Usai Libur Lebaran, Sentimen Global dan Aksi Jual Picu Tekanan

Dari sisi teknikal, penguatan rupiah hari ini dianggap signifikan. Level resistance Rp16.800 berhasil ditembus, membuka peluang menuju target jangka pendek berikutnya di Rp16.700 dan bahkan Rp16.550, jika tren positif global terus berlanjut.

Sentimen positif turut merambah ke pasar modal. IHSG dibuka menguat tajam 5,07%, menandai euforia kolektif di kawasan Asia yang ikut terdongkrak oleh kabar penundaan tarif.

Di pasar obligasi, yield mayoritas Surat Utang Negara (SUN) turun tajam, menandakan lonjakan permintaan. Yield SUN tenor 10 tahun turun 3,8 basis poin ke 7,097%. Penurunan juga terjadi pada tenor 5 dan 2 tahun. Namun, tenor lebih panjang seperti 11, 15, dan 18 tahun justru naik tipis, menunjukkan preferensi investor terhadap jangka menengah.

Keputusan Trump yang diumumkan hanya 13 jam sebelum tenggat awal, dianggap sebagai bentuk tekanan balik dari pelaku bisnis AS. Penundaan ini tidak hanya meredam ketegangan, tetapi juga memulihkan kepercayaan pasar global yang sempat terguncang, termasuk imbal hasil UST-10Y yang sempat melonjak ke 4,5%.

Dengan rupiah yang mulai menguat dan tren inflasi domestik yang terjaga, sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan pada kuartal III 2025.

Head of Research Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro, menyebut sinyal dari Trump berpotensi memicu reli pasar yang lebih kuat dibanding era pasca-COVID 2020.

“Kami melihat ini sebagai awal dari reli likuiditas global yang akan berlangsung selama berminggu-minggu,” ungkapnya dalam riset terbarunya.

Ia juga menyebut bakal ada tambahan likuiditas besar-besaran di pasar domestik, salah satunya dari jatuh temponya Surat Berharga Bank Indonesia (SRBI) senilai Rp403 triliun. BPJamsostek disebut-sebut akan mengalihkan dananya ke pasar saham, memperkuat fundamental IHSG.

Di dalam negeri, kombinasi harga minyak dunia yang stabil, inflasi yang rendah, dan ekspor unggulan seperti batu bara dan CPO yang tetap solid memperkuat ekspektasi penguatan rupiah. Tak hanya itu, daya beli masyarakat juga menunjukkan ketahanan yang cukup kuat, menambah keyakinan akan stabilitas ekonomi makro Indonesia.

Satria mengungkapkan bahwa situasi ini mengingatkan pada penguatan-penguatan tajam rupiah sebelumnya, April 2020, Februari 2023, dan Agustus 2024. Ia menegaskan bahwa pasar akan segera “mendiskon” potensi penurunan suku bunga BI jika tren ini bertahan.

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya memang telah memberi sinyal bahwa ruang pelonggaran suku bunga masih terbuka. Dengan suku bunga acuan masih di level 5,75%, ruang manuver bank sentral cukup luas jika stabilitas rupiah terus terjaga. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d