EKSPOSTIMES.COM- Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) kembali mencetak rekor baru dalam perdagangan Jumat (28/3/2025).
Emas Antam kini dibanderol Rp 1.792.000 per gram, naik Rp 16.000 dari hari sebelumnya dan menjadi harga tertinggi sepanjang sejarah.
Lonjakan harga tak hanya terjadi di pasar ritel, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga ikut terkerek ke Rp 1.643.000 per gram, meningkat Rp 16.000 dibanding kemarin.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik, Dipicu Penguatan Global dan Ketidakpastian Kebijakan The Fed
Kenaikan emas Antam sejalan dengan reli harga emas dunia. Pada perdagangan Kamis (27/3/2025), harga emas di pasar spot melesat 1,14% ke level US$ 3.055,7 per troy ons, mencetak rekor baru.
Sepanjang tahun ini, harga emas global sudah melonjak lebih dari 15%, memperkuat tren bullish logam mulia.
Prospek emas masih cerah. Goldman Sachs Group Inc menaikkan proyeksi harga emas untuk akhir 2025, dari sebelumnya US$ 3.100 menjadi US$ 3.300 per troy ons.
Faktor utama yang menopang kenaikan harga emas adalah agresifnya pembelian oleh bank sentral
Baca Juga: Harga Emas Mulai Bangkit Setelah Terkoreksi, Sentimen Trump Bikin Pasar Bernapas Lega
Diperkirakan, bank-bank sentral dunia akan menambah cadangan emas hingga 70 ton per bulan, naik signifikan dari perkiraan sebelumnya sebesar 50 ton per bulan.
Menurut riset Bloomberg yang ditulis analis Lina Thomas dan Daan Struyven, fenomena ini tak lepas dari meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko geopolitik dan kebijakan pembekuan aset, seperti yang dialami Rusia sejak 2022.
“Bank-bank sentral, terutama di negara berkembang, telah meningkatkan pembelian emas hingga lima kali lipat dalam dua tahun terakhir.
Ini mencerminkan perubahan struktural dalam pengelolaan devisa global, yang kemungkinan besar akan bertahan lama,” tulis riset tersebut.
Dengan tren kenaikan harga yang solid dan dukungan kuat dari permintaan bank sentral, emas tampaknya akan terus berkilau sepanjang 2025. (tim)













