Ekonomi & Bisnis

Emas Antam Pecah Rekor Lagi! Sentuh Rp 1,79 Juta per Gram, Prospek Makin Kinclong

×

Emas Antam Pecah Rekor Lagi! Sentuh Rp 1,79 Juta per Gram, Prospek Makin Kinclong

Sebarkan artikel ini
Grafik menunjukkan lonjakan harga emas dunia mencapai USD2.985 per ounce pada Kamis, 14 Maret 2025, yang dipicu oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan AS dan spekulasi penurunan suku bunga oleh The Fed. Harga emas spot XAU/USD mengalami kenaikan 1,70 persen, diperkirakan akan terus melesat menuju USD3.000.
Foto Ilustrasi

EKSPOSTIMES.COM- Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) kembali mencetak rekor baru dalam perdagangan Jumat (28/3/2025).

Emas Antam kini dibanderol Rp 1.792.000 per gram, naik Rp 16.000 dari hari sebelumnya dan menjadi harga tertinggi sepanjang sejarah.

Lonjakan harga tak hanya terjadi di pasar ritel, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga ikut terkerek ke Rp 1.643.000 per gram, meningkat Rp 16.000 dibanding kemarin.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik, Dipicu Penguatan Global dan Ketidakpastian Kebijakan The Fed

Kenaikan emas Antam sejalan dengan reli harga emas dunia. Pada perdagangan Kamis (27/3/2025), harga emas di pasar spot melesat 1,14% ke level US$ 3.055,7 per troy ons, mencetak rekor baru.

Sepanjang tahun ini, harga emas global sudah melonjak lebih dari 15%, memperkuat tren bullish logam mulia.

Prospek emas masih cerah. Goldman Sachs Group Inc menaikkan proyeksi harga emas untuk akhir 2025, dari sebelumnya US$ 3.100 menjadi US$ 3.300 per troy ons.

Faktor utama yang menopang kenaikan harga emas adalah agresifnya pembelian oleh bank sentral

Baca Juga: Harga Emas Mulai Bangkit Setelah Terkoreksi, Sentimen Trump Bikin Pasar Bernapas Lega

Diperkirakan, bank-bank sentral dunia akan menambah cadangan emas hingga 70 ton per bulan, naik signifikan dari perkiraan sebelumnya sebesar 50 ton per bulan.

Menurut riset Bloomberg yang ditulis analis Lina Thomas dan Daan Struyven, fenomena ini tak lepas dari meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko geopolitik dan kebijakan pembekuan aset, seperti yang dialami Rusia sejak 2022.

“Bank-bank sentral, terutama di negara berkembang, telah meningkatkan pembelian emas hingga lima kali lipat dalam dua tahun terakhir.

Ini mencerminkan perubahan struktural dalam pengelolaan devisa global, yang kemungkinan besar akan bertahan lama,” tulis riset tersebut.

Dengan tren kenaikan harga yang solid dan dukungan kuat dari permintaan bank sentral, emas tampaknya akan terus berkilau sepanjang 2025. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d