EKSPOSTIMES.COM- Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza, menewaskan sejumlah petinggi Hamas dalam eskalasi terbaru konflik yang berkepanjangan. Militer Israel mengklaim serangan ini sebagai respons terhadap dugaan persiapan serangan dari Hamas ke wilayah Israel.
Dalam operasi militer yang intensif, jet tempur Israel membombardir lokasi yang diduga sebagai pusat komando Hamas di Gaza utara. Sementara itu, kapal perang Israel turut menyerang kapal-kapal di perairan Gaza, yang menurut Tel Aviv memiliki keterkaitan dengan kelompok Hamas dan Jihad Islam.
Serangan ini mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung hampir dua bulan, dengan kedua belah pihak saling tuduh sebagai pelanggar kesepakatan. Sejak Selasa (18/3), serangan udara Israel semakin masif, menargetkan berbagai infrastruktur yang diklaim sebagai basis militer Hamas.
Baca Juga: Perang Gaza Kembali Meletus! Israel Gempur Hamas, Ratusan Warga Tewas
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sedikitnya lima warga Palestina tewas akibat serangan ini. Tiga orang di antaranya kehilangan nyawa ketika sebuah rumah di kawasan Sabra, Gaza City, hancur akibat ledakan. Sementara itu, dua lainnya tewas dalam serangan di Beit Hanoun, Gaza utara. Enam orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut secara spesifik menargetkan fasilitas militer Hamas, termasuk kapal yang diduga akan digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Israel. Namun, laporan dari warga Gaza menyebutkan bahwa drone Israel juga menembaki kapal nelayan di perairan Gaza, memicu kebakaran hebat.
Kelompok Hamas mengonfirmasi bahwa serangan Israel pada Selasa (18/3) telah menewaskan lebih dari 400 orang, termasuk sejumlah pejabat senior mereka. Salah satu tokoh yang tewas adalah Essam al-Dalis, kepala pemerintahan Hamas di Gaza.
Baca Juga: Hassan Nasrallah, Pemimpin Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh AFP dan Al Arabiya, Hamas menyebut bahwa para pemimpin mereka menjadi target serangan udara langsung.
Selain Al-Dalis, beberapa pejabat lainnya yang turut tewas dalam serangan tersebut antara lain Kepala Kementerian Dalam Negeri Hamas Mahmoud Abu Watfa, Direktur Jenderal Dinas Keamanan Internal Hamas Bahjat Abu Sultan, Wakil Menteri Kehakiman Hamas Ahmed Al-Hetta dan Anggota Biro Politik Hamas Mohammad Al-Jmasi.
Saksi mata di Gaza menyebut bahwa serangan udara Israel tidak hanya menyasar petinggi Hamas, tetapi juga mengenai rumah-rumah warga sipil serta kamp-kamp pengungsi Palestina. Sementara itu, tank-tank Israel dilaporkan telah bergerak melintasi perbatasan Gaza.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa serangan ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari strategi militer Israel terhadap Hamas. Ia menuduh Hamas menolak membebaskan sandera yang tersisa dan menolak kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya diajukan.
“Israel tidak akan berhenti sampai semua sandera dibebaskan, dan Hamas tidak lagi menjadi ancaman,” ujar Netanyahu dalam pernyataannya.
Dengan meningkatnya intensitas serangan, ketegangan di kawasan terus memuncak. Sementara komunitas internasional menyerukan upaya diplomasi untuk mencegah lebih banyak korban sipil, perang tampaknya masih jauh dari kata usai. (tim)












