Politik & Pemerintahan

Perang Gaza Kembali Meletus! Israel Gempur Hamas, Ratusan Warga Tewas

×

Perang Gaza Kembali Meletus! Israel Gempur Hamas, Ratusan Warga Tewas

Sebarkan artikel ini
Suasana kehancuran di Jalur Gaza setelah serangan udara Israel.

EKSPOSTIMES.COM- Konflik di Jalur Gaza kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran pada Selasa (18/3/2025) dini hari. Serangan ini terjadi setelah gencatan senjata yang berlangsung sejak Januari berakhir tanpa kesepakatan baru.

Kelompok Hamas menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sengaja membatalkan gencatan senjata demi kepentingan politik domestik.

“Keputusan Netanyahu untuk melanjutkan perang adalah keputusan yang mengorbankan para sandera Israel di Gaza,” kata pejabat senior Hamas, Izzat al-Rishq, dikutip dari AFP.

Baca Juga: Hassan Nasrallah, Pemimpin Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel

Sementara itu, Israel mengklaim serangan ini merupakan respons terhadap penolakan Hamas untuk membebaskan sandera dan menerima proposal damai dari Utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff.

“Mulai sekarang, Israel akan meningkatkan kekuatan militer untuk menghancurkan Hamas,” demikian pernyataan dari kantor Netanyahu.

Seorang pejabat Israel menyebut bahwa operasi ini akan berlangsung selama diperlukan, dengan intensitas serangan udara yang akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Serangan udara dan artileri yang menghantam berbagai wilayah di Gaza telah menyebabkan korban jiwa yang signifikan. Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan 220 orang tewas, mayoritas anak-anak, wanita, dan lansia, serta 150 orang luka-luka, sebagian besar dalam kondisi kritis.

Di sisi lain, Israel juga memperketat keamanan di daerah perbatasan dan menutup semua sekolah di wilayah selatan sebagai langkah antisipasi serangan balasan dari Hamas.

Upaya gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat sejak Januari sempat berhasil meredakan ketegangan selama lebih dari 15 bulan. Namun, perjanjian itu berakhir pada awal Maret, dan hingga kini belum ada kesepakatan baru.

Pekan lalu, Utusan AS Steve Witkoff mengusulkan pembebasan lima sandera Israel, termasuk warga Israel-Amerika Edan Alexander, dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina dari penjara Israel. Hamas sempat menyatakan kesiapannya, namun proposal tersebut dianggap tidak dapat diterima oleh pihak AS dan Israel.

Gedung Putih pun mengonfirmasi bahwa pemerintahan Donald Trump telah diajak berkonsultasi sebelum Israel melancarkan serangan ini.

“Seperti yang sudah ditegaskan oleh Presiden Trump, Hamas, Houthi, dan Iran akan menghadapi konsekuensi atas tindakan mereka. Ini bukan hanya tentang Israel, tetapi juga kepentingan Amerika Serikat,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Dengan konflik yang kembali memanas, komunitas internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan. Namun, hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda de-eskalasi, sementara korban sipil terus berjatuhan. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d