EKSPOSTIMES.COM- Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menyoroti persoalan serius dalam dunia olahraga daerahnya. Banyak cabang olahraga (cabor) potensial seperti boling, bridge, dan catur memiliki atlet berbakat, tetapi minimnya fasilitas dan perhatian membuat mereka hengkang ke daerah lain.
“Kalau pembinaan olahraga tidak optimal, jangan heran kalau atlet kita pindah ke tempat yang lebih peduli dengan mereka,” tegas YSK dalam pertemuan di Kantor Gubernur, Kamis (6/3).
Sebagai Penasehat Persatuan Boling Indonesia (PBI) Sulut dan pengurus pusat catur, YSK berkomitmen untuk mengubah situasi ini. Pembenahan total akan dilakukan, mulai dari infrastruktur hingga sistem pembinaan atlet.
YSK menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menjadikan olahraga sebagai salah satu bidang prioritas nasional. Oleh karena itu, Sulut tidak boleh tertinggal. Targetnya ambisius, minimal masuk 10 besar PON, bahkan jika memungkinkan tembus 5 besar.
Untuk mencapai itu, kepengurusan olahraga harus diperbaiki. YSK mengungkapkan bahwa masa kepengurusan KONI Sulut telah habis, dan KONI Pusat sudah menghubunginya untuk segera menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Sulut guna memilih pengurus baru.
“Kita butuh kepengurusan yang kuat dan punya visi besar, bukan sekadar mengisi jabatan,” tegasnya.
Tak hanya itu, YSK juga membidik peluang besar: ia ingin Pekan Olahraga Nasional (PON) yang rencananya digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipindahkan ke Sulut.
“Kalau ini bisa terwujud, fasilitas olahraga harus segera dibenahi. Dispora dan KONI harus bergerak cepat menyusun perencanaan,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah ini, YSK optimistis Sulut bisa menjadi kekuatan baru di dunia olahraga nasional. Atlet-atlet berbakat tidak perlu lagi mencari tempat lain, karena Sulut akan menjadi rumah yang benar-benar mendukung mereka. (*/riz)













