Renungan

Renungan Harian: “JANGAN MELAMPAUI BATAS TUHAN”

×

Renungan Harian: “JANGAN MELAMPAUI BATAS TUHAN”

Sebarkan artikel ini

EKSPOSTIMES.COM – Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dunia pada zaman Nuh penuh dengan kejahatan yang merajalela. Manusia hidup tanpa batas, mengikuti hawa nafsu mereka sendiri. Hal ini membuat Allah murka hingga Ia memutuskan untuk menghukum dunia. Namun, di tengah kegelapan itu, ada seorang yang tetap setia kepada Tuhan, yaitu Nuh.

Manusia tidak lagi hidup dalam takut akan Tuhan. Mereka menikah dan bertindak sesuka hati tanpa mempertimbangkan kehendak Allah. Dosa berkembang pesat, dan hati manusia hanya dipenuhi oleh kejahatan. Akibatnya, Allah menyesal telah menciptakan manusia dan memutuskan untuk menghukum dunia.

Allah Adalah Hakim yang Adil (Ayat 7, 11-13).
Allah tidak membiarkan dosa terus berlangsung. Ia menetapkan batas usia manusia dan memutuskan untuk membinasakan dunia yang sudah rusak. Ini menjadi pengingat bagi kita bahwa Tuhan adalah Hakim yang benar. Ia sabar, tetapi ada batasnya bagi manusia yang terus hidup dalam dosa.

Kesetiaan Membawa Kasih Karunia (Ayat 8-9). Di tengah dunia yang jahat, ada satu orang yang tetap setia—Nuh. Ia hidup benar dan bergaul dengan Allah, sehingga ia mendapatkan kasih karunia. Ini mengajarkan kita bahwa di tengah dunia yang penuh dosa, Tuhan mencari orang yang tetap setia kepada-Nya

Dari kisah ini, kita belajar bahwa:

  1. Dosa membawa kehancuran.
  2. Allah adalah Hakim yang adil.
  3. Kesetiaan kepada Tuhan mendatangkan kasih karunia.

Mari kita hidup dalam takut akan Tuhan, menjauhi dosa, dan tetap setia kepada-Nya. Jangan melampaui batas yang telah Tuhan tetapkan, tetapi hiduplah dalam ketaatan agar kita menerima kasih karunia-Nya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d