EKSPOSTIMES.COM- Empat kepala daerah dari Sulawesi Utara (Sulut) menghadiri pembekalan dan retret kepemimpinan yang digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Keempat kepala daerah tersebut adalah Wali Kota Tomohon Carol Senduk, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar, dan Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli.
Mereka, yang berasal dari PDI Perjuangan, bergabung dengan sejumlah kepala daerah lainnya dalam kegiatan yang bertujuan memperkuat wawasan kepemimpinan serta membangun sinergi antar-pemimpin daerah.
Baca Juga: 53 Peserta Absen di Retreat Akmil Magelang, Bima Arya: Bisa Jadi Ada Kader PDIP
Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat mengeluarkan instruksi penundaan keikutsertaan bagi kepala daerah dari partainya dalam retret ini. Namun, saat instruksi dikeluarkan, banyak dari mereka sudah dalam perjalanan menuju Magelang.
Tak hanya empat kepala daerah tersebut, beberapa kepala daerah dari PDI Perjuangan di Sulut juga telah lebih dulu tiba di lokasi, termasuk Wali Kota Manado Andrei Angouw, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena, dan Bupati Bolaang Mongondow Selatan Iskandar Kamaru.
Baca Juga Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati: Tak Ada Persiapan Khusus untuk Retret Akmil, Hanya Jaga Stamina
MENDAGRI: INI SOAL KEPEMIMPINAN, BUKAN MILITERISME
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan untuk membentuk militerisme di kalangan kepala daerah, melainkan sebagai ajang pembelajaran nilai-nilai kepemimpinan.
“Kita hanya meminjam tempat di Akmil, bukan untuk mengadopsi militerisme. Ada banyak nilai penting yang juga berlaku di dunia swasta,” ujar Tito di Magelang, Sabtu (22/2).
Menurutnya, kepala daerah bisa belajar soal disiplin dan manajemen waktu dari lingkungan Akmil. Dalam sesi olahraga pagi, misalnya, Tito menyoroti bagaimana anggota TNI dan Polri terbiasa disiplin hadir tepat waktu pukul 05.30 WIB, sementara kepala daerah yang hadir masih perlu penyesuaian.
Baca Juga: Gubernur Sulut Terpilih Yulius Selvanus Siap Ikuti Retret Kepala Daerah
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi di antara para pemimpin daerah. Tito mencontohkan bahwa di beberapa daerah, rapat koordinasi antar-gubernur, wali kota, dan bupati bahkan tidak pernah digelar dalam kurun waktu satu hingga dua tahun.
“Seharusnya, rapat tingkat provinsi dilakukan minimal setiap tiga hingga empat bulan sekali. Ini untuk mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan, apa yang kurang, serta bagaimana daerah bisa saling membantu,” tegasnya.
Dengan adanya retret ini, diharapkan kepala daerah dapat membangun relasi yang lebih erat serta meningkatkan efektivitas kepemimpinan mereka dalam mengelola pemerintahan di daerah masing-masing. (*/riz)













