EKSPOSTIMES.COM- Ketua LPK-RI Sulut sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara, Stefanus Stefi Sumampouw, kembali menggaungkan pesan keras soal pentingnya persatuan dan toleransi di Bumi Nyiur Melambai. Ia menegaskan, pembangunan sebesar apa pun tidak akan berarti jika masyarakat Sulut tercerai-berai oleh provokasi dan isu murahan.
“Jika masyarakat terpecah, pembangunan tidak akan berjalan optimal. Sebaliknya, jika rukun dan damai, semua program pembangunan bisa terlaksana dengan baik,” tegas Stefi saat jumpa pers di kantor LPK-RI Sulut, Minggu (31/8/2025).
Menurut Stefi, LPK-RI tidak hanya bergerak dalam advokasi perlindungan konsumen, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral menjaga ketentraman sosial. Ia mengingatkan bahwa Sulut memiliki modal sosial yang kuat berupa toleransi antarumat beragama, budaya persaudaraan, dan nilai luhur Si Tou Timou Tumou Tou yang diwariskan para leluhur.
“Jangan mudah terprovokasi isu yang tidak jelas sumbernya. Kita semua bersaudara, mari bergandeng tangan menjaga Sulut aman dan harmonis,” imbuhnya.
Politisi Gerindra yang juga aktif sebagai penasihat Media LPK-RI News dan Forum Pewarta Media Sulut (FPMS) itu mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Arus deras informasi di media sosial, gesekan politik, hingga isu ekonomi bisa menjadi bara yang memecah belah jika masyarakat tidak cerdas menyaring informasi.
“Media harus hadir sebagai penyejuk, bukan pemecah. Pemuda dan ormas harus jadi motor penggerak perdamaian, bukan sebaliknya,” tandasnya.
Stefi juga memberi apresiasi kepada aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat luas yang selama ini konsisten menjaga kondusifitas daerah. Menurutnya, kerukunan adalah warisan berharga yang wajib dijaga demi masa depan Sulut yang lebih damai, aman, dan sejahtera. (al)













