Politik & Pemerintahan

Srikandi Jaga Desa Sulut Resmi Dikukuhkan, Kajati Tegaskan Peran Strategis Kawal Potensi Desa dan Kelurahan

×

Srikandi Jaga Desa Sulut Resmi Dikukuhkan, Kajati Tegaskan Peran Strategis Kawal Potensi Desa dan Kelurahan

Sebarkan artikel ini
Pengurus DPD Srikandi Jaga Desa Provinsi Sulawesi Utara dikukuhkan di Aula Pemerintah Kota Manado pada Senin, 10 Agustus 2026.
Walikota Manado Andrei Angouw (kiri) dan Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H.(kanan)

EKSPOSTIMES.COM – Babak baru pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara resmi dimulai. Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Srikandi Jaga Desa Provinsi Sulawesi Utara dikukuhkan di Aula Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Senin (10/8/2026).

Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni organisasi. Kehadiran Srikandi Jaga Desa diproyeksikan menjadi kekuatan baru dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, mengawal potensi ekonomi, hingga memperkuat peran perempuan di tingkat desa dan kelurahan.

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus Srikandi Jaga Desa kabupaten/kota serta perwakilan pemerintah daerah se-Sulawesi Utara.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy SH MH, memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan tersebut. Menurutnya, Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap yang menjadi bagian dari Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas).

“Terima kasih untuk teman-teman media yang selama ini selalu support kita di Abpednas, maupun sekarang dengan Srikandi Jaga Desa,” ujar Jacob.

Ia menegaskan, Abpednas merupakan salah satu mitra strategis kejaksaan dalam mendorong pembangunan dari tingkat desa. Anggotanya berasal dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang memiliki posisi penting dalam proses pengawasan pembangunan.

Namun, tantangan pembangunan kini tidak hanya berada di desa. Wilayah perkotaan, khususnya kelurahan, juga membutuhkan penguatan pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, menurut Jacob, keterlibatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) juga perlu diperkuat.

“Bukan saja perencanaan dan pengawasan, tetapi lebih daripada itu untuk menumbuhkan semua potensi ekonomi yang ada. Karena itu kita punya Srikandi Jaga Desa,” tegasnya.

Ketua Umum DPP Abpednas, Indra Utama, yang hadir bersama Sekjen DPP Srikandi Jaga Desa Prof. Mia Amiati SH MH, menilai Sulawesi Utara memiliki modal besar untuk dikembangkan.

Laut, gunung hingga danau disebut sebagai kekayaan daerah yang dapat menjadi basis program strategis, mulai dari ketahanan pangan, geopark, Dapur MBG hingga program satu desa satu kandang ayam.

Menurut Indra, Srikandi memiliki ruang besar untuk turun langsung menyentuh persoalan masyarakat, termasuk stunting dan pengembangan UMKM.

“Ini perlu khusus sentuhan dari Srikandi,” katanya.

Yang membuat pengukuhan ini semakin istimewa, Sulawesi Utara disebut menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengukuhkan DPD Srikandi Jaga Desa.

“Hari ini kita pelantikkan yang pertama kali dari seluruh Indonesia, Sulawesi Utara yang pertama,” pungkas Indra.

Kini tantangannya bukan lagi sekadar membentuk kepengurusan. Srikandi Jaga Desa Sulut dituntut membuktikan bahwa organisasi ini mampu hadir di lapangan, menggerakkan potensi ekonomi, memperkuat pemberdayaan perempuan, serta ikut mengawal pembangunan desa dan kelurahan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *