EKSPOSTIMES.COM- Sabtu (23/11/2024) malam, Grup Intai Demokrasi (GID) Sulawesi Utara resmi dideklarasikan dalam sebuah acara di MTC, Kota Manado. GID Sulut merupakan aliansi dari sejumlah organisasi, di antaranya Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (FPDR) Sulut, Garda Tipikor Indonesia (GTI) Sulut, 234 SC Manado, Serdadu Anti Mafia Tanah, dan Djakarta Community Generation.
Dalam sambutannya, Ketua FPDR Sulut Risat Sanger, menekankan pentingnya mengawal pelaksanaan Pilkada 2024 sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 136/2024. Putusan tersebut melarang keras pejabat daerah, TNI, dan Polri untuk terlibat dalam politik praktis.
“Kami di Sulut siap mengaktifkan jaringan kami di 15 kabupaten/kota. Baik dari kalangan birokrasi maupun rekan-rekan di TNI/Polri. Bila ditemukan ada pihak-pihak yang melanggar, kami pastikan mereka akan dilaporkan dan diproses hukum,” ujar Sanger tegas.
GID Sulut, menurut Risat, akan memulai pengawasan intensif terhadap segala potensi pelanggaran mulai dari saat ini hingga proses pencoblosan dan perhitungan suara selesai.
“Kami tidak akan tinggal diam. Kami ingatkan kepada oknum-oknum yang berniat menyalahgunakan wewenang, putusan MK 136 adalah peringatan keras. Siapa pun yang melanggar, baik pejabat daerah, ASN, maupun aparat keamanan, siap-siap menghadapi sanksi pidana,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga demokrasi yang jujur dan adil.
“Biarlah suara rakyat menjadi penentu. Jangan ada intimidasi, mobilisasi aparat, atau kriminalisasi dalam proses ini,” tambahnya.
Risat mengimbau masyarakat Sulut untuk turut aktif melaporkan jika menemukan adanya pelanggaran, termasuk instruksi yang menyalahi aturan dari pihak-pihak tertentu.
“Kami ingin menjaga marwah TNI/Polri dan memastikan mereka tetap netral. Laporan yang kami terima akan diteruskan ke FPDR pusat, yang beranggotakan tokoh-tokoh senior seperti mantan kepala staf TNI dan mantan Kapolri,” ungkapnya.
Dengan peluncuran GID Sulut, Risat berharap masyarakat dapat bersama-sama mengawal proses Pilkada yang bersih dan demokratis, demi masa depan Sulawesi Utara yang lebih baik. (tim)











