Hukum & Kriminal

KPK Telusuri Aset Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Notaris Diperiksa di Gedung Merah Putih

×

KPK Telusuri Aset Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Notaris Diperiksa di Gedung Merah Putih

Sebarkan artikel ini
KPK memeriksa dua notaris untuk menelusuri aset para tersangka kasus korupsi CSR BI-OJK yang melibatkan dua anggota Komisi XI DPR. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih guna mengungkap aliran dana dan dugaan penyimpangan anggaran CSR BI dan OJK.

EKSPOSTIMES.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggerakkan penyidikan kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jumat (14/11/2025), dua notaris diperiksa untuk menelusuri aliran aset para tersangka.

Dua saksi yang hadir adalah Wani Widjaja (WW) dan Widodo Budidarmo (WB) selaku Notaris/PPAT. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Penyidik mengonfirmasi terkait aset-aset para tersangka kepada dua saksi berstatus Notaris/PPAT tersebut,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.

Selain dua notaris, KPK memanggil lima saksi lain namun tidak hadir. Mereka adalah Siti Aisyah (Swasta), Eman Fathurohma (Wiraswasta), Oman (Swasta), Tia Mutia (Mahasiswi), dan Wela Arista (Ibu Rumah Tangga).

Kasus dugaan korupsi CSR BI-OJK ini terjadi pada 2020 hingga 2022. KPK telah menetapkan dua anggota Komisi XI DPR sebagai tersangka, yakni Satori (ST), anggota DPR Fraksi NasDem dari Dapil Jabar VIII, dan Heri Gunawan (HG), anggota DPR Fraksi Gerindra dari Dapil Jabar IV.

Keduanya tercatat kembali terpilih sebagai anggota DPR pada Pemilu 2024. Penyidik menduga kasus bermula dari kesepakatan BI dan OJK untuk memberikan dana program sosial kepada setiap anggota Komisi XI DPR, 10 kegiatan per tahun dari BI dan 18-24 kegiatan dari OJK.

Namun setelah dana cair, Satori dan Heri diduga tidak menggunakan anggaran CSR tersebut sesuai ketentuan, sehingga menimbulkan kerugian dan membuka dugaan praktik korupsi berkelanjutan.

KPK memastikan penelusuran aset para tersangka akan diperluas untuk mengungkap aliran dana secara menyeluruh. (dtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d