Politik & Pemerintahan

Sekjen ATR/BPN Ingatkan SPIP Tak Bisa Jalan Sendiri, Butuh Kolaborasi dan Integritas

×

Sekjen ATR/BPN Ingatkan SPIP Tak Bisa Jalan Sendiri, Butuh Kolaborasi dan Integritas

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi, memberikan arahan dalam kegiatan Ekspos Hasil Penilaian Mandiri Maturitas SPIP Tahun 2025 yang digelar secara daring

EKSPOSTIMES.COM- Dalam tubuh birokrasi modern, sistem pengawasan internal bukan sekadar urusan laporan dan angka. Ia adalah denyut nadi yang memastikan tata kelola pemerintahan berjalan jujur, transparan, dan berorientasi hasil. Itulah pesan tegas yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Pudji Prasetijanto Hadi, dalam kegiatan Ekspos Hasil Penilaian Mandiri Maturitas SPIP Tahun 2025, Rabu (15/10/2025).

“SPIP tidak bisa berjalan sendirian. Ia bukan tanggung jawab satu bagian atau satu orang, tetapi menjadi kerja bersama seluruh komponen organisasi. Kalau kita ingin pengendalian internal yang efektif, maka semangat kolaborasi adalah kuncinya.”ujar Pudji dengan nada tegas namun penuh ajakan kolaboratif.

SPIP atau Sistem Pengendalian Intern Pemerintah merupakan instrumen penting dalam memastikan kegiatan pemerintahan berjalan efisien, akuntabel, dan sesuai aturan. Lebih dari sekadar alat administratif, SPIP diibaratkan Pudji sebagai “sistem kekebalan tubuh organisasi” yang menjaga agar tata kelola publik tetap bersih dan tahan terhadap praktik koruptif.

Dalam paparannya, Pudji mengingatkan bahwa penilaian mandiri SPIP tidak boleh berhenti sebagai formalitas belaka.

“Hasil evaluasi ini harus menjadi cermin. Kita bercermin bukan untuk sekadar melihat wajah, tapi untuk memperbaiki yang kurang,” katanya.

Tahun ini, hasil penilaian mandiri yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN menunjukkan capaian cukup menggembirakan. Empat indikator utama menunjukkan hasil positif, Maturitas SPIP 3,916, Manajemen Risiko Indeks 3,848, Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi 3,080, dan Kapabilitas APIP 3,36.

Meski demikian, Pudji menekankan bahwa angka-angka tersebut bukan akhir dari perjalanan, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh.

“Kita ingin organisasi yang bukan hanya tertib administrasi, tapi juga menghasilkan layanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Einstein Al Makarima Mohammad, Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana dan Manajemen Risiko, memaparkan hasil laporan penilaian mandiri serta rencana tindak lanjut bagi setiap satuan kerja. Ia menegaskan pentingnya konsistensi dan perbaikan berkelanjutan agar pengendalian internal tidak hanya menjadi dokumen, tetapi budaya kerja.

Acara yang dimoderatori Iin Herawati, Kepala Bagian Manajemen Risiko, itu diikuti oleh para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Suasana pertemuan berlangsung serius, namun penuh semangat perbaikan yang menggambarkan tekad lembaga ini untuk memperkuat fondasi integritas birokrasi menuju pelayanan kelas dunia. (Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d