EKSPOSTIMES.COM- Pagi yang biasanya sibuk di Kantor Wali Kota Bekasi mendadak berubah hangat dan penuh warna. Bukan karena rapat penting atau kunjungan pejabat tinggi, melainkan karena tawa dan langkah kecil penuh semangat dari puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Patriot yang datang untuk belajar langsung tentang pemerintahan daerah.
Dengan wajah polos dan mata berbinar, mereka menapaki tangga menuju ruang kerja Wali Kota, membawa rasa ingin tahu yang tulus. Di balik keterbatasan fisik dan mental, mereka datang bukan sekadar untuk melihat, tetapi untuk merasakan bagaimana wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang menyambut mereka secara langsung tampak terharu. Ia menyalami satu per satu siswa, sesekali menunduk untuk menatap sejajar dengan mata anak-anak itu, memberi senyum dan motivasi penuh kasih.
“Anak-anak ini adalah pejuang kecil yang luar biasa. Mereka tidak hanya belajar dari buku, tapi dari kehidupan. Mereka mengajarkan kita arti ketulusan, perjuangan, dan semangat yang tidak pernah padam,” ujar Tri dengan nada lembut namun tegas di hadapan para guru pendamping dan jajaran pemerintah kota.
Bagi Tri, momen ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia melihatnya sebagai pengingat bahwa kemajuan kota tidak diukur dari megahnya gedung atau panjangnya jalan tol, tetapi dari seberapa luas hati pemerintah memeluk semua warganya, tanpa kecuali.
“Kota Bekasi harus menjadi kota yang ramah bagi semua, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Karena membangun kota bukan hanya soal beton dan aspal, tapi juga soal memanusiakan manusia,” tambahnya, disambut tepuk tangan hangat.
Usai berdialog singkat, Tri mengajak para siswa berkeliling area Kantor Pemkot Bekasi. Di sepanjang koridor, tawa mereka menggema, mencairkan suasana birokrasi yang biasanya kaku. Setiap sudut kantor menjadi ruang belajar baru, mulai dari meja pelayanan publik hingga ruang rapat kebijakan.
Pihak sekolah mengaku kunjungan ini merupakan bagian dari program edukasi inklusif lapangan, bertujuan menanamkan pemahaman nyata tentang pemerintahan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata dari pihak sekolah kepada Wali Kota. Meski sederhana, pertemuan itu meninggalkan kesan mendalam.
Bagi banyak orang, pagi itu hanyalah kegiatan biasa. Namun bagi anak-anak SLB Patriot, itu adalah hari di mana mereka merasa dihargai, bukan karena belas kasihan, tapi karena mereka ada dan berhak bangga menjadi bagian dari Kota Bekasi. (Lian)












