Politik & Pemerintahan

Pemda Talaud Apresiasi Warga Gangga dan Serei, Garda Terdepan Tragedi Laut Talise

×

Pemda Talaud Apresiasi Warga Gangga dan Serei, Garda Terdepan Tragedi Laut Talise

Sebarkan artikel ini
Warga Gangga dan Serei membantu proses evakuasi korban KM Barcelona V di pantai terdekat perairan Talise
Warga Desa Gangga dan Serei, Kabupaten Talaud, membantu mengevakuasi penumpang KM Barcelona V yang terbakar di perairan Talise. Aksi cepat mereka diapresiasi oleh Pemerintah Daerah Talaud sebagai bentuk solidaritas dan kemanusiaan yang luar biasa.

EKSPOSTIMES.COM- Di tengah tragedi yang menyelimuti perairan Talise, sinar kemanusiaan datang dari arah yang tak selalu disebut dalam berita utama, warga Pulau Gangga dan Serei. Mereka bukan tim SAR, bukan pula bagian dari aparat resmi. Tapi merekalah yang pertama datang, mendayung perahu di tengah asap dan kobaran api, untuk menyelamatkan sesama.

Itulah sebabnya, Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Pulau Gangga dan sekitarnya.

Dalam wawancara pada Senin (21/7/2025), ia menyatakan penghargaan atas tindakan cepat dan keberanian warga yang menjadi garda terdepan sebelum bantuan resmi tiba.

“Saya sebagai Bupati Talaud menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat yang ada di Pulau Gangga, dan Serei, yang sudah berupaya sebelum ada pertolongan. Mereka yang pertama mendatangkan perahu-perahu untuk menolong warga kita yang ada di sana,” ungkapnya.

Baca Juga: Polda Sulut Turunkan Tim Trauma Healing, Obati Luka Batin Korban Selamat KM Barcelona V A

Tragedi kebakaran kapal KM Barcelona VA yang terjadi sehari sebelumnya, di wilayah laut Minahasa Utara, bukan hanya meninggalkan luka dan kehilangan, tetapi juga menyatukan berbagai pihak dalam solidaritas kemanusiaan.

Sejumlah elemen masyarakat, termasuk warga sekitar dan relawan, bahu-membahu memberikan pertolongan darurat dan pasca-kejadian.

Bupati Welly Titah juga memastikan bahwa Pemerintah Daerah bertanggung jawab penuh terhadap seluruh proses pemulangan jenazah dan penanganan korban luka.

“Untuk korban yang meninggal sudah disiapkan untuk dipulangkan ke Talaud, dan seluruh ongkos dari Pemda,” ujarnya.

Rencananya, Bupati akan segera bertolak ke Manado dengan pesawat untuk langsung mengkoordinasikan pemulangan jenazah serta memantau kondisi korban luka yang masih dirawat di beberapa rumah sakit.

“Korban semua lima (5), yang diidentifikasi baru tiga. Dua ini belum tahu di mana. Jadi tujuan saya ke Manado mau cari tahu juga keberadaan mereka,” katanya.

Baca Juga: Nakhoda KM Barcelona V Ditetapkan Tersangka, Diduga Abaikan SOP dan Manipulasi Data Penumpang

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa biaya perawatan korban luka-luka akan sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Talaud bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Masyarakat yang hendak menjenguk atau mendampingi pun tidak akan dikenakan biaya.

“Untuk yang luka-luka, sudah difasilitasi di seluruh Rumah Sakit yang ada di Manado. Siapa yang mau datang, bebas. Biaya ditanggung pemerintah daerah bersama dengan pemerintah provinsi,” pungkasnya.

Tragedi ini telah menguji respons cepat dan kepedulian sosial berbagai pihak. Namun dari semua pihak yang terlibat, mungkin yang paling menyentuh adalah cerita tentang masyarakat pesisir Gangga dan Serei, mereka yang tak menunggu komando, tapi segera mengulurkan tangan, menjadikan kemanusiaan sebagai kompas utama. (*/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d