Hukum & Kriminal

Bukan Lagi Penjaga, Tapi Pengkhianat: Dua Polisi Sumbawa Dipecat Tak Hormat

×

Bukan Lagi Penjaga, Tapi Pengkhianat: Dua Polisi Sumbawa Dipecat Tak Hormat

Sebarkan artikel ini
Upacara pemecatan dua anggota Polres Sumbawa karena kasus narkoba
Kapolres Sumbawa memimpin upacara pemecatan dua anggotanya, Aipda R dan Bripka SS, yang terbukti terlibat kasus narkoba. Upacara berlangsung tanpa kehadiran keduanya, Senin (16/6/2025).

EKSPOSTIMES.COM– Suasana hening menyelimuti halaman Mapolres Sumbawa, Senin pagi (16/6). Deretan personel kepolisian berdiri tegak dalam formasi apel resmi. Tapi pagi itu bukan sekadar apel biasa. Sebuah kenyataan pahit diumumkan ke seluruh jajaran: dua anggota kepolisian, Aipda R dan Bripka SS, resmi dipecat dengan tidak hormat dari institusi Polri.

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bagus Nyoman Gede Junaidi, berdiri di hadapan anggotanya saat memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang sarat makna.

Baca Juga: Mantan Kasat Narkoba Polres Barelang Divonis Seumur Hidup karena Biarkan Anak Buah Jual Sabu

Meski dua nama yang dijatuhi sanksi tidak hadir di lokasi, upacara tetap dijalankan dengan khidmat. Simbol kehormatan mereka, nama dan pangkat dilepas secara simbolis.

“Hadir atau tidak, keputusan tetap berlaku. Ini bukan upacara seremonial, ini adalah penegasan bahwa kami menolak kompromi terhadap pelanggaran berat,” ujar Kapolres lantang.

Kedua anggota yang diberhentikan terbukti melakukan pelanggaran berat terkait narkotika. Aipda R diketahui sebagai pengguna, sementara Bripka SS bahkan menjadi pengedar. Bukannya menjadi garda terdepan melawan kejahatan narkoba, keduanya justru menjadi bagian dari masalah. Tak hanya melanggar kode etik Polri, tindakan mereka telah mencederai sumpah dan janji sebagai abdi negara.

“Ini bukan hanya pemecatan. Ini cermin dari komitmen kami untuk membersihkan tubuh Polri dari mereka yang mencoreng nama institusi,” tegas Junaidi.

Saat upacara berlangsung, suasana di Mapolres terasa berat. Rekan-rekan sejawat yang hadir terlihat menunduk, menyimpan gejolak kecewa. Tidak sedikit yang merasa dikhianati oleh kolega sendiri.

“Kami bekerja siang malam menjaga ketertiban, tapi ada yang memilih jalan gelap. Itu pengkhianatan,” bisik seorang anggota yang enggan disebutkan namanya.

Kini, baik Aipda R maupun Bripka SS tengah menjalani masa hukuman pidana. Namun institusi Polri tidak berhenti di situ. Pemecatan ini juga dilakukan untuk menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik, sesuatu yang dinilai tak boleh ditawar dalam menjalankan fungsi kepolisian.

“Anggota Polri adalah pelindung dan pelayan masyarakat. Ketika mereka malah menjadi ancaman, maka tidak ada pilihan lain selain tindakan tegas,” tegas Kapolres.

Lebih jauh, ia berpesan agar seluruh anggota Polres Sumbawa menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga.

“Jangan ulangi kesalahan yang sama. Narkoba bukan hanya menghancurkan masa depan pribadi, tapi juga menggerogoti kepercayaan masyarakat kepada kita semua,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tugas sebagai polisi tidak bisa dilakukan dengan seenaknya, karena setiap tindakan harus berpijak pada hukum, etika, dan sumpah profesi.

Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan 4,5 Kg Sabu, TNI AL Selamatkan 22.500 Generasi Bangsa dari Jerat Narkoba

“Polri tidak butuh personel yang hanya memakai seragam tapi lupa pada janjinya.” Tegas Kapolres

Langkah tegas ini menjadi penanda bahwa bersih-bersih di tubuh Polri terus dilakukan, meski menyakitkan. Seperti operasi pembersihan luka, keputusan ini diambil bukan karena benci, tapi karena cinta pada institusi dan harapan akan masa depan yang lebih baik. (ant/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d