Hukum & Kriminal

Panglima TNI Ubah SOP Pemusnahan Amunisi Usang Usai Ledakan di Garut

×

Panglima TNI Ubah SOP Pemusnahan Amunisi Usang Usai Ledakan di Garut

Sebarkan artikel ini
Panglima TNI perintahkan hukuman berat bagi prajurit yang diduga membunuh jurnalis di Banjarbaru.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

EKSPOSTIMES.COM- Ledakan tragis yang terjadi saat pemusnahan amunisi kadaluwarsa di Kabupaten Garut menjadi pemicu perubahan besar di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan akan merombak total standar operasional prosedur (SOP) pemusnahan amunisi tua demi meningkatkan keselamatan personel dan warga sekitar.

“Amunisi yang sudah expired sangat sensitif, bisa meledak karena tekanan atau cahaya. SOP-nya akan kita ubah agar lebih aman,” tegas Jenderal Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (26/5/2025).

Baca Juga: Eks Kabid Hukum Inkopad Ungkap Impor Gula untuk TNI Didanai Perusahaan Tomy Winata

Insiden ledakan yang terjadi di Desa Sagara, Cibalong, Garut, pada 12 Mei 2025 itu menewaskan dan melukai beberapa orang. Sebanyak 13 orang berada di lokasi saat ledakan, terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil. Lokasi yang sudah digunakan sejak 1985 itu sebelumnya dianggap aman karena jauh dari pemukiman.

Meski SOP lama telah dijalankan, Panglima TNI mengakui perlu koreksi internal menyeluruh.

“Ke depan, kita pastikan kejadian seperti ini tidak lagi terulang,” ujar Agus.

Panglima menegaskan bahwa masyarakat umum tidak dilibatkan dalam proses peledakan amunisi. Warga sipil yang hadir merupakan pegawai non-militer, seperti tukang masak dan tenaga pendukung di gudang amunisi.

“Mereka bukan masyarakat umum, tapi pegawai di lingkungan gudang,” jelas Agus.

Namun fakta bahwa ada korban sipil tetap memunculkan sorotan terhadap pengawasan prosedur keselamatan di lingkungan militer.

Kepala Staf TNI AD, Jenderal Maruli Simanjuntak, menyatakan lokasi di Garut akan tetap difungsikan untuk pemusnahan amunisi usang.

“Sudah puluhan tahun digunakan, selama ini tidak ada masalah. Tapi evaluasi menyeluruh tetap dilakukan,” ucapnya.

Maruli juga menyoroti meningkatnya keterlibatan warga sipil dalam kegiatan logistik militer. Ia menyebut hal ini perlu pengawasan ketat agar tidak membuka celah risiko.

“Awalnya mereka bantu urusan dapur. Tapi sekarang keterlibatannya meluas. Ini yang harus kami evaluasi,” tambahnya.

Baca Juga: Ledakan Dahsyat Amunisi di Garut Tewaskan 13 Orang, Termasuk Perwira TNI

TNI kini memprioritaskan pembaruan sistem keamanan dalam penanganan amunisi kadaluwarsa. Revisi SOP akan meliputi pengetatan jarak aman dari pemukiman warga, pembatasan kehadiran sipil di area berisiko, penggunaan teknologi baru untuk pemusnahan otomatis, serta prosedur pelaporan dan pengawasan berlapis.

Jenderal Agus berharap dengan langkah ini, setiap proses pemusnahan ke depan dapat berjalan tanpa korban.

“Fokus kami sekarang adalah keselamatan maksimal bagi semua yang terlibat,” tutup Panglima TNI. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d