EKSPOSTIMES.COM- Operasi pemberantasan premanisme yang digelar Tim Resmob Polda Sulut kembali membuahkan hasil. Seorang pria berinisial MAP, warga Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado, terjaring saat membawa senjata tajam jenis pisau badi yang diselipkan di pinggang sebelah kiri.
Dari informasi yang diterima Redaksi EksposTimes.com, MAP diciduk, Minggu (18/5) dini hari, saat Tim Resmob Subdit Jatanras Polda Sulut yang dikomandoi langsung Katim Resmob, Ipda Ahmad Waafi, melakukan patroli intensif di sejumlah titik rawan premanisme di Kota Manado.
“Benar, kami mengamankan seorang pria yang mencurigakan karena membawa sajam di tempat umum. Saat itu yang bersangkutan sedang berdiri di depan lorong dan tampak jelas menyelipkan pisau badi di pinggang kirinya,” tegas Ipda Ahmad Waafi, Minggu (18/5).
Tanpa membuang waktu, Tim Resmob segera mengamankan pria tersebut dan menggiringnya ke markas Polda Sulut untuk proses hukum lebih lanjut.
Dari tangan pria Singkil ini, petugas menyita sebilah pisau penikam sepanjang 15 sentimeter. Senjata tajam itu terbuat dari besi, memiliki gagang dari plastik keras yang dibungkus dengan lakban hitam, ciri khas yang kerap digunakan dalam aksi-aksi kriminal jalanan.
Operasi Premanisme 2025 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polda Sulut untuk menekan angka kejahatan jalanan, khususnya yang melibatkan kepemilikan senjata tajam tanpa izin.
“Kami tegaskan, Polda Sulut tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat. Operasi ini akan terus digelar rutin demi menjaga keamanan Kota Manado,” pungkas Ipda Waafi. (tim)













