Peristiwa

194 Tahun Pekabaran Injil GMIM, Ketika Gereja Menjadi Jawaban di Tengah Dunia yang Berubah

×

194 Tahun Pekabaran Injil GMIM, Ketika Gereja Menjadi Jawaban di Tengah Dunia yang Berubah

Sebarkan artikel ini
Jemaat GMIM berkumpul dalam ibadah syukur Hari Pekabaran Injil ke-194 di sebuah gereja di Sulawesi Utara
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailangkay, SH (Kanan), Plt Ketua BPMS GMIM, Pdt. Janny Rende, M.Th (kiri)

EKSPOSTIMES.COM- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailangkay, SH, MH, menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-194 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen Gereja Masehi Injili di Minahasa (PI&PK GMIM), yang digelar di Pendopo, lapangan Kantor Bupati Minahasa Utara, Kamis (12/6/2025). Mailangkay hadir mewakili Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE.

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi mendalam atas peran GMIM yang tak hanya sebagai institusi keagamaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial di Bumi Nyiur Melambai.

Baca Juga: Ratusan Jemaat GMIM Demo Damai di Tomohon, Serukan Reformasi Total dan Revisi Tata Gereja

“Sebagai bagian dari keluarga besar Sulawesi Utara, saya turut bersyukur atas perjalanan panjang pekabaran Injil dan pendidikan Kristen yang telah membentuk karakter, spiritualitas, dan identitas masyarakat Minahasa, bahkan daerah kita secara keseluruhan,” ujar Mailangkay di hadapan ribuan jemaat yang hadir.

Ia menegaskan bahwa GMIM selama hampir dua abad telah berkontribusi besar dalam sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan kemanusiaan, hingga memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat majemuk Sulut.

“GMIM tidak hanya menjadi gereja, tetapi juga agen transformasi sosial yang nyata—dalam pendidikan, kesehatan, pelayanan kemanusiaan, dan semangat kebersamaan lintas umat,” imbuhnya.

Wagub juga menekankan pentingnya terus menjaga semangat pelayanan yang telah diwariskan sejak awal pekabaran Injil di tanah Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kasih, keadilan, dan kebenaran Injil merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang toleran dan harmonis.

“Saya percaya, nilai-nilai kasih, keadilan, dan kebenaran yang terkandung dalam Injil akan terus menjadi pelita bagi kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang toleran dan rukun,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, para Pelayan Khusus (Pelsus), serta seluruh jemaat se-Sinode GMIM atas dedikasi yang terus menyala dalam pelayanan.

“Marilah kita terus bergandengan tangan membangun daerah yang kita cintai ini, Nyiur Melambai, dalam terang kasih Kristus,” ajaknya.

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Mailangkay menilai peringatan HUT PI&PK GMIM sebagai momentum penting untuk refleksi spiritual dan sosial. Ia mendorong gereja agar tetap hadir sebagai solusi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Baca Juga: Kepel dan Kawatu Diperiksa Sebagai Tersangka Dana Hibah GMIM Rp8,96 Miliar, Arina Mangkir dari Panggilan Penyidik

“Peringatan HUT ini menjadi momentum refleksi spiritual dan sosial, sekaligus peneguhan komitmen gereja dalam menjawab tantangan zaman melalui pelayanan nyata di tengah masyarakat,” tandasnya.

Ibadah syukur tersebut dipimpin oleh Plt Ketua BPMS GMIM, Pdt. Janny Rende, M.Th., dan dihadiri oleh para Pendeta serta Pelsus dari seluruh pelosok Sinode GMIM. Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai perayaan hari bersejarah ini, yang menjadi saksi keteguhan iman dan semangat pelayanan gereja yang terus relevan di tengah dinamika zaman. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d