EKSPOSTIMES.COM- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi darurat kemanusiaan di Jalur Gaza. Sistem kesehatan di wilayah tersebut dikatakan telah mengalami kolaps total akibat blokade ketat Israel yang menutup akses bantuan medis dan kemanusiaan selama dua bulan terakhir.
Dalam pernyataannya kepada Anadolu Agency, Juru Bicara WHO, Margaret Harris, menyebut situasi di Gaza sebagai krisis multidimensi yang mengancam nyawa jutaan warga sipil.
“Gaza kini berada di ambang bencana kemanusiaan. Tidak ada makanan yang cukup, air bersih minim, tempat tinggal hancur, dan layanan kesehatan hampir tidak tersedia,” tegas Harris, Sabtu (10/5/2025).
Harris mengungkapkan bahwa WHO memiliki 16 truk berisi bantuan medis yang siap diberangkatkan dari Al Arish, Mesir. Namun, hingga kini truk-truk tersebut tertahan karena tidak mendapatkan izin masuk dari otoritas Israel.
Di sisi lain, rumah sakit di Gaza hanya tersisa 21 fasilitas yang beroperasi sebagian dan 4 rumah sakit lapangan. Semuanya mengalami kekurangan parah alat medis seperti darah, infus, antibiotik, bahkan kapas pembersih.
“Para tenaga medis tidak punya apa-apa untuk merawat korban luka yang terus berdatangan setiap hari,” ucapnya.
Pasien yang selamat dari serangan udara menderita luka terbuka, patah tulang, hingga infeksi berat karena terjebak di bawah reruntuhan. Harris menambahkan bahwa kondisi gizi buruk dan kepadatan tempat tinggal memperparah penyebaran penyakit menular seperti diare, infeksi pernapasan, dan penyakit kulit.
“Pasokan makanan yang minim juga membuat daya tahan tubuh warga Gaza melemah. Ini kondisi ideal bagi wabah untuk berkembang,” jelas Harris.
WHO menilai serangan terhadap rumah sakit selama 18 bulan agresi Israel sebagai bentuk pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.
“Fasilitas medis harusnya dilindungi, bukan dijadikan target. Ini bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas Harris.
Banyak warga kini bahkan takut untuk mendatangi rumah sakit karena takut menjadi korban berikutnya. Tenaga kesehatan bekerja dalam tekanan luar biasa dan risiko tinggi setiap hari.
Meski WHO terus berupaya menjalankan misi kemanusiaannya, mulai dari evakuasi pasien kritis hingga pemantauan penyebaran penyakit, semua itu sia-sia tanpa akses ke dalam wilayah konflik.
Baca Juga: Tiga Ormas Islam Terkemuka Tolak Evakuasi Warga Gaza! Dituding Blunder Politik, Dukung Agenda Israel
“Kami memiliki tim dan gudang penuh bantuan, tapi semuanya tidak berguna jika tetap tertahan di luar Gaza. Situasi ini harus segera berubah,” tegas Harris.
“Jika kondisi ini terus berlanjut, kematian massal tidak bisa dihindari. Warga Gaza sekarat, secara harfiah dan simbolik,” tandasnya. (tim)













