EKSPOSTIMES.COM- Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menutup secara resmi kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Sulut tahun 2025 di Aula Sam Ratulangi BPMP Sulawesi Utara, Selasa (18/3). Dalam kesempatan ini, ia memberikan pesan tegas kepada para kepala sekolah, yakni pemimpin di dunia pendidikan harus melayani, bukan mencari kehormatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menekankan bahwa kepala sekolah bukan hanya administrator, tetapi juga pemimpin yang harus memiliki semangat pelayanan. Ia mengingatkan agar para kepala sekolah tidak terjebak dalam sikap sombong dan elitis.
“Pemimpin harus siap melayani, bukan justru ingin dilayani. Jangan sombong, jangan takut tanganmu kotor atau berkeringat dalam membangun masa depan anak-anak didik kita,” tegasnya.
Baca Juga: Safari Ramadan Gubernur Sulut di Bolmong, Dari Silaturahmi hingga Mimpi Besar Pendidikan
Lebih lanjut, Gubernur juga menyoroti pentingnya kepala sekolah untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar tentang posisi, tetapi bagaimana seseorang mampu menginspirasi, membimbing, dan menggerakkan perubahan positif di sekolahnya.
“Ilmu kepemimpinan terus berkembang, dan sebagai kepala sekolah, Anda harus selalu meningkatkan kompetensi. Jangan puas dengan pencapaian saat ini, karena pendidikan akan terus berubah,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama hampir sebulan ini, sebanyak 431 kepala sekolah mengikuti pelatihan dalam tiga gelombang sejak 10 Februari hingga 7 Maret 2025. Dari hasil evaluasi, sebanyak 168 peserta (40,19%) meraih nilai sangat memuaskan, 190 peserta (45,45%) mendapat nilai memuaskan, sementara 31 peserta (7,42%) dinilai cukup memuaskan. Namun, ada 29 peserta (6,94%) yang mendapatkan nilai di bawah 70, yang menurut Gubernur perlu melakukan introspeksi dan meningkatkan kemampuannya.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Anggaran Beasiswa dan Layanan Pendidikan Tidak Terpengaruh Efisiensi Anggaran
“Evaluasi ini bukan sekadar angka, tetapi refleksi atas kualitas kepemimpinan kita. Kepala sekolah harus mampu menjadi teladan, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam membentuk karakter, mental, dan spiritual siswa,” imbuhnya.
Sebagai bentuk apresiasi, tiga kepala sekolah dengan hasil terbaik diumumkan dalam kegiatan ini. Mereka adalah Max Awondatu, S.Pd., M.Pd. Kepala SMA Negeri 2 Bitung (Terbaik 1), Mediatrix Ngantung, S.Pd., M.Pd. Kepala SMA Negeri 8 Manado (Terbaik 2) dan Prengki Tairas, S.Pd. Kepala SMA Negeri 2 Gemeh Talaud (Terbaik 3).
Keberhasilan mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi kepala sekolah lainnya untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pengelolaan sekolah.
Kegiatan ini digelar berdasarkan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 dan Permendikbud Nomor 13 Tahun 2007, yang menekankan pentingnya standar kompetensi kepala sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Femmy J. Suluh, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah daerah untuk menciptakan pendidikan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Selain Gubernur, hadir pula sejumlah pejabat penting dalam acara ini, termasuk Sekretaris Provinsi Sulut Steve Kepel, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Denny Mangala, Kepala BPMP Sulut Febry Dien, serta anggota DPRD Sulut dari Fraksi Gerindra, Louis Schram. (ion)













