EKSPOSTIMES.COM- Danau Tondano, kebanggaan Sulawesi Utara, kini menjadi pusat perhatian nasional dalam upaya pelestarian lingkungan.
Komitmen untuk menyelamatkan danau terbesar di provinsi ini semakin nyata dengan keterlibatan langsung Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam program TNI Manunggal Memelihara Danau Tondano di Desa Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan, Kamis (20/3/2025).
Didampingi Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Suhardi, serta Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Jenderal Maruli menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya wacana, tetapi aksi nyata.
Baca Juga: Gubernur Sulut Pimpin Aksi Bersih-Bersih Eceng Gondok di Danau Tondano, Target Rampung Tiga Bulan
Dalam sambutannya, Jenderal Maruli mengungkapkan bahwa program ini lahir dari percakapan santai dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya berbincang dengan Pak Presiden, saya bilang: ‘Kita sudah puluhan tahun merdeka, tapi membersihkan danau saja belum bisa tuntas’,” kenangnya.
Gayung bersambut, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan penggunaan teknologi modern untuk membersihkan eceng gondok yang telah mengancam kelestarian Danau Tondano.
Baca Juga: Pemkab Minahasa Komitmen Lestarikan Danau Tondano, Begini Penegasan Wabup Vanda
Bukan sekadar tinjauan formal, Jenderal Maruli bersama jajaran pejabat daerah turun langsung ke danau dengan perahu ponton, membersihkan eceng gondok yang selama ini menjadi momok utama pendangkalan.
Gubernur Yulius Selvanus memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian TNI.
“Kita bisa lihat hasilnya sekarang, danau jauh lebih bersih. Atas nama masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada TNI,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan bahwa masyarakat harus berperan aktif menjaga kebersihan danau yang juga menjadi ikon wisata Sulawesi Utara.
Baca Juga: Sekda Minahasa Pantau Penertiban Bangunan di Sempadan Danau Tondano
“Pak Presiden ingin Sulawesi Utara menjadi destinasi wisata unggulan. Oleh karena itu, mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama,” tambahnya.
Sebagai salah satu dari 15 danau prioritas nasional, Danau Tondano menghadapi ancaman serius. Dengan luas 4.378 hektare, kedalamannya terus berkurang akibat penyebaran 294 hektare eceng gondok.
Jenderal Maruli menegaskan bahwa sistem pembersihan yang diterapkan di Danau Tondano bisa menjadi model nasional.
“Saya berharap sistem ini bisa diterapkan di danau-danau lain di Indonesia yang menghadapi masalah serupa,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci sukses program ini.
“Pak Gubernur sangat memahami visi Pak Presiden untuk mengabdi kepada rakyat. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.
Program ini berlangsung sejak 17 Februari hingga 22 Mei 2025, melibatkan 49 personel TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Selain pembersihan eceng gondok dengan 6 unit perahu ponton, program ini juga mencakup:l Karya Bakti massal penghijauan di sepanjang danau, Bakti Sosial berupa pembagian sembako bagi masyarakat sekitar, Dharma Bhakti Pertiwi berupa kegiatan sosial untuk kesejahteraan warga, serta sosialisasi pemanfaatan Eceng Gondok yang mengedukasi warga untuk mengolah eceng gondok menjadi kerajinan tangan dan pupuk kompos.
Dengan sinergi kuat antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, Danau Tondano kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi percontohan pelestarian ekosistem air tawar di Indonesia. (riz)













