EKSPOSTIMES.COM- Di era digital yang semakin maju, kebiasaan membaca anak-anak Indonesia mulai terpinggirkan. Gawai, gim daring, dan hiburan digital kini lebih menarik perhatian mereka dibandingkan buku.
Ketua Komunitas Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Octavianus Masheka, menyoroti fenomena ini.
“Anak-anak Indonesia saat ini sering lupa dengan dunia baca,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Sebagai bentuk kepedulian terhadap literasi anak, TISI meluncurkan buku cerita anak yang mengangkat tradisi dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami ingin membangkitkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap membaca melalui cerita yang dekat dengan budaya mereka,” tambah Octavianus, yang juga dikenal sebagai penyair dan deklamator nasional.
Buku ini merupakan kumpulan 97 cerita anak dari berbagai penjuru Nusantara, yang diharapkan dapat menjadi media edukatif sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda.
Untuk memperkenalkan buku ini secara lebih luas, TISI akan menggelar acara peluncuran dan diskusi bertajuk “Mati Surinya Empati Terhadap Cerita Anak”. Acara ini akan berlangsung pada Jumat, 21 Februari 2025, pukul 14.00 hingga selesai, bertempat di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, lantai 4, Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Beberapa tokoh sastra akan hadir sebagai pembicara, di antaranya Kurnia Effendi, Fanny Jonathan Poyk, dan Octavianus Masheka, dengan Swary Utami Dewi sebagai moderator.
Acara ini juga akan dimeriahkan oleh pembacaan cerita anak oleh sejumlah narasumber, seperti Che Setiawati (Kuningan, Jawa Barat), Emi Sudarwati (Bojonegoro, Jawa Timur), Selsa (Temanggung, Jawa Tengah), Nurhayati (Jakarta), Kak Be (Jakarta), serta Teater Tanah Air sebagai bintang tamu.
Peluncuran ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangkitkan kembali minat baca anak-anak Indonesia serta menumbuhkan kecintaan mereka terhadap cerita-cerita yang berakar dari budaya sendiri. (tim)







