EKSPOSTIMES.COM- Tim Search and Rescue (SAR) berhasil mengevakuasi satu korban yang tertimbun material longsor limbah industri di area kerja PT QMB, yang berada dalam kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
“Korban sudah meninggal dunia dan berhasil dievakuasi sekitar pukul 11:40 WITA,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Muh Rizal, dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu, Kamis (3/4/2025).
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke klinik PT IMIP untuk proses identifikasi. Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Irvan Tandi, warga Kecamatan Walendrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
“Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tambah Rizal.
Peristiwa longsor tersebut terjadi pada 22 Maret 2025 sekitar pukul 12:10 WITA. Kejadian ini mengakibatkan tiga unit excavator beserta operatornya tertimbun material longsor.
Baca Juga: Syarat Gaji di Atas Rp7 Juta untuk Rumah Subsidi Akan Dibahas, Ini Kata Menteri PKP
Dari peristiwa tersebut, tiga korban sebelumnya telah ditemukan. Tim SAR kemudian melanjutkan pencarian untuk menemukan korban lainnya yang masih dinyatakan hilang.
Hingga hari ke-13 pencarian, satu korban lainnya, Muhammad Akbar, masih belum ditemukan. Upaya pencarian dilakukan menggunakan alat berat guna mengangkat material longsor yang menimbun korban.
Dengan ditemukannya satu korban terbaru, Basarnas secara resmi menutup operasi SAR dan selanjutnya akan melakukan pemantauan lebih lanjut.
“Operasi SAR telah ditutup, namun pemantauan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi,” kata Rizal.
Total personel yang terlibat dalam operasi pencarian ini mencapai sekitar 26 orang, yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk, personel Pos SAR Morowali, TNI/Polri, tim pemadam kebakaran PT IMIP, Diver Maroa Morowali, PA Forel Bahodopi, serta Manajemen dan tim safety PT IMIP.
“Kami turut berduka atas peristiwa ini dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutup Rizal.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya langkah-langkah mitigasi bencana di kawasan industri, khususnya yang berisiko terhadap longsor. Pemerintah daerah bersama manajemen PT IMIP diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan implementasi prosedur keselamatan kerja guna mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.
Masyarakat dan pekerja industri juga diimbau untuk lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama di area kerja yang memiliki potensi bahaya. Dengan adanya sinergi antara pihak terkait, diharapkan tingkat keselamatan di kawasan industri Morowali dapat terus meningkat. (tim)











