EKSPOSTIMES.COM- Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie secara resmi memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Manado, Rabu (6/8/2025). Acara ini digelar di kompleks Asrama Polisi (Aspol) Paal IV, Kecamatan Tikala, Kota Manado.
Didampingi Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, sejumlah pejabat Forkopimda Sulut, serta Kapolresta Manado, kegiatan ini menjadi bagian dari agenda nasional mendukung program Makanan Bergizi Gratis melalui pembangunan 205 unit SPPG baru dan peresmian 8 SPPG operasional serentak se-Indonesia.
Acara diawali dengan video conference bersama Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo dari pusat kegiatan nasional di Desa Rembun, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam VC tersebut, turut ditampilkan peninjauan booth, penyerahan bantuan sosial, panen jagung, penyerahan alat pertanian, hingga peresmian simbolis SPPG.
Baca Juga: Kapolda Sulut Letakkan Batu Pertama Pembangunan SPPG, Langkah Nyata Dukung Program MBG
Usai mengikuti kegiatan nasional secara daring, Kapolda dan rombongan melanjutkan agenda groundbreaking secara fisik di lokasi pembangunan SPPG Polresta Manado. Dikatakan oleh Wakapolda, hingga pekan ke-15, pembangunan SPPG di SPN Polda Sulut telah mencapai 99,5 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Polda Sulut mendapat mandat membangun empat SPPG tambahan dari Mabes Polri. Selain di Aspol Paal IV, hari ini juga dilakukan peletakan batu pertama untuk SPPG Polres Minsel di Desa Teep Trans, Polres Kotamobagu di Kotamobagu Timur, dan Polres Boltim di Desa Tagid,” ungkap Brigjen Awi.
Kelima SPPG ini ditargetkan selesai dan siap digunakan pada November 2025, dengan estimasi melayani hingga 15 ribu hingga 20 ribu penerima manfaat. SPPG akan menyediakan makanan bergizi gratis yang aman dan layak konsumsi bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Dalam pengoperasiannya, Bidang Dokkes Polda Sulut akan dilibatkan untuk menjamin keamanan pangan.
“Kita akan pastikan semua makanan yang diproduksi diuji dan higienis, melalui sistem food security yang ketat,” tandas Wakapolda. (len)













