Hukum & Kriminal

Propam Polda Sulut Periksa Dua Polisi di Minahasa Usai Berpose Unik dengan Timses Paslon Gubernur

×

Propam Polda Sulut Periksa Dua Polisi di Minahasa Usai Berpose Unik dengan Timses Paslon Gubernur

Sebarkan artikel ini
FOTO dua anggota Polres Minahasa yang berpose bersama tim sukses salah satu pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Utara menjadi sorotan publik dan segera ditindaklanjuti oleh pihak Polda Sulawesi Utara. (foto. istimewa)

EKSPOSTIMES.COM- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) tidak tinggal diam menyikapi viralnya foto dua oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Minahasa yang berpose bersama tim sukses (timses) salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut 2024.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Michael Irwan Thamsil, menegaskan bahwa kedua oknum tersebut sudah dipanggil dan diperiksa oleh Propam Polda Sulut. Hal ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan mereka terhadap aturan netralitas Polri dalam Pemilihan Umum (Pemilu).

“Keduanya sudah dipanggil dan diperiksa di Propam Polda Sulut,” tegas Thamsil, Rabu (6/11/2024).

Thamsil menegaskan, setiap anggota Polri harus menjunjung tinggi netralitas dalam Pilkada Serentak 2024. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022.

“Sanksi yang diberikan bisa berupa kode etik, disiplin maupun sanksi pidana,” tegas Thamsil, memperingatkan anggota Polri yang melanggar aturan netralitas.

Tindakan tegas Polda Sulut ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi seluruh anggota Kepolisian agar senantiasa menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas, khususnya pada momentum Pilkada Serentak 2024.

Foto yang pertama kali beredar di grup Facebook Bacirita Orang Sulut menunjukkan dua pria bersama sejumlah warga, di mana calon gubernur nomor urut 1, Yulius Stevanus Komaling tampak duduk di tengah sambil mengacungkan jari telunjuk.

Identitas dua pria yang diduga anggota polisi ditandai dengan panah merah pada sosok yang mengenakan kemeja kotak-kotak di atas kaos hitam dan satu lagi dengan kaos hijau.

Mengomentari foto tersebut, akun Gabriela Wurangian menyatakan keprihatinannya dan mempertanyakan keterlibatan aparat kepolisian dalam politik praktis.

“Ini pelecehan demokrasi!” tulisnya dengan nada kekecewaan atas apa yang disebutnya sebagai tindakan yang merendahkan prinsip demokrasi.

Selain di grup Bacirita Orang Sulut, foto tersebut juga diunggah di grup Facebook Pikiran Rakyat Minsel oleh akun Steven Wawontana, yang juga menyoroti masalah netralitas aparat kepolisian.

Respons dari warganet pun beragam, dengan banyak yang mengekspresikan harapan agar aparat tetap menjaga netralitas dan fokus pada tugas mereka sebagai penegak hukum yang profesional. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page