Peristiwa

Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Tokoh Lintas Agama Indonesia: Dunia Kehilangan Penjaga Damai

×

Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Tokoh Lintas Agama Indonesia: Dunia Kehilangan Penjaga Damai

Sebarkan artikel ini
Paus Fransiskus dalam kunjungan resmi di Vatikan sebelum wafat pada usia 88 tahun
Paus Fransiskus Tutup Usia, Dunia Kehilangan Penjaga Damai

EKSPOSTIMES.COM- Dunia hari ini berkabung. Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik yang dikenal sebagai simbol kasih dan penjaga perdamaian lintas agama, wafat di Vatikan pada usia 88 tahun, Senin (21/4/2025).

Duka tak hanya menyelimuti umat Katolik, tapi juga menggema dari berbagai tokoh lintas iman di Indonesia yang mengenangnya sebagai sosok pemersatu umat manusia.

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengenang Paus Fransiskus sebagai pribadi sederhana yang kaya nilai kemanusiaan. Ia sempat bertemu langsung dengan Paus dalam kunjungannya ke Vatikan, 24 Februari 2024.

“Kami disambut hangat, penuh persaudaraan. Beliau menyelipkan humor yang menyenangkan, namun sarat makna kemanusiaan,” ujar Haedar.

Menurutnya, Paus Fransiskus adalah penebar damai sejati yang menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai jembatan lintas agama dan budaya.

Tak hanya dikenal karena kedekatannya dengan tokoh agama dunia, Paus Fransiskus juga dikenang sebagai pemimpin spiritual yang vokal membela rakyat Palestina. Ketua Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, menilai keberpihakan Paus terhadap nilai keadilan patut dijadikan contoh oleh semua pemimpin agama.

Baca Juga: Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Dunia Berduka, Vatikan Bersiap Gelar Pemakaman Sederhana

“Paus Fransiskus bukan hanya tokoh Katolik. Beliau milik dunia. Kutukannya terhadap agresi Zionisme adalah suara nurani kemanusiaan,” ujar Niam.

Ia menambahkan, komitmen Paus terhadap perdamaian, penolakan terhadap kekerasan, dan dialog antariman menjadi warisan moral dunia modern.

Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom, menyampaikan bahwa Paus Fransiskus telah menyelesaikan “pertandingannya di dunia” dengan penuh kemuliaan.

“Beliau melampaui sekat iman dan agama. Kemanusiaan menjadi nilai tertinggi yang ia perjuangkan,” ucap Gomar.

Pesan-pesan kemanusiaan dan persaudaraan yang dikumandangkan Paus dinilai sebagai fondasi untuk masa depan dunia yang lebih damai dan inklusif.

Baca Juga: Paus Fransiskus Alami Penurunan Kondisi, Vatikan Umumkan Situasi Mengkhawatirkan

Duka mendalam juga datang dari kalangan Nahdlatul Ulama. Ketua Bidang Keagamaan PBNU, KH Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur, menyebut Paus sebagai tokoh yang menjembatani perbedaan dengan kasih sayang dan dialog.

“Saya pernah bertemu beliau di Masjid Istiqlal. Singkat tapi berkesan. Beliau adalah pemimpin dunia yang membawa pesan damai,” tutur Gus Fahrur.

Ia menegaskan bahwa kepergian Paus meninggalkan jejak toleransi dan semangat dialog antarumat beragama yang tak lekang oleh zaman.

Kepergian Paus Fransiskus adalah kehilangan besar bagi dunia. Sosoknya yang bersahaja, namun tegas dalam prinsip-prinsip kemanusiaan, telah menjadikan kepemimpinannya relevan tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga untuk seluruh umat manusia.

Warisan nilai yang ditinggalkannya, perdamaian, solidaritas global, pembelaan terhadap kaum tertindas, dan semangat lintas iman, menjadi cahaya yang akan terus menuntun dunia dalam menghadapi zaman yang penuh gejolak.

Tokoh-tokoh lintas agama di Indonesia sepakat: keteladanan Paus Fransiskus harus terus digaungkan, agar dunia tidak kehilangan arah dalam menegakkan keadilan, kasih, dan kemanusiaan.

(riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d