EKSPOSTIMES.COM- Aparat gabungan TNI-Polri memastikan perayaan malam takbiran di Kota Manado berlangsung aman dan terkendali. Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie bersama Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus memimpin patroli bermotor roda dua menyisir pusat kota hingga kawasan keramaian, Jumat (20/3/2026) malam.
Patroli digelar segera setelah keduanya mendampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus melepas pawai takbiran dari halaman Kantor Gubernur. Dengan kendaraan roda dua, rombongan bergerak lebih lincah menjangkau ruas jalan padat dan titik berkumpulnya warga.
Tiga pos pengamanan menjadi titik pantau utama, yakni Pos Pengamanan TKB pusat kota, Pos Pengamanan Kemang Jalan Paving, dan Pos Terpadu kawasan Megamas. Di setiap lokasi, pimpinan mengecek langsung kesiapsiagaan personel lintas instansi serta pola pengamanan yang diterapkan.
Selain memastikan prosedur berjalan, Kapolda juga menyerahkan bingkisan kepada petugas sebagai bentuk dukungan moril di malam puncak perayaan.
Kepala Bidang Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, kehadiran pimpinan di lapangan merupakan bagian dari upaya menjamin rasa aman publik sekaligus menguatkan kesiapan personel.
“Mobilitas dengan roda dua memungkinkan pemantauan lebih dekat terhadap kondisi riil. Prioritas kami kelancaran lalu lintas dan pencegahan gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Menurut dia, situasi umum di Manado dan sekitarnya terpantau kondusif. Masyarakat diimbau merayakan malam takbiran secara tertib serta menghormati sesama pengguna jalan.
Sementara itu, pawai takbiran diikuti ratusan kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi sejumlah ruas jalan utama kota. Pengamanan dilakukan oleh ratusan personel Polda Sulut dan Polresta Manado yang telah disiagakan sejak sore di titik rawan kemacetan dan persimpangan.
Polisi menekankan aspek keselamatan peserta dan ketertiban umum. Peserta pawai diminta mematuhi aturan lalu lintas, tidak menggunakan knalpot bising, serta menjaga toleransi antarumat beragama.
“Pawai takbiran bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga cerminan kebersamaan masyarakat Sulawesi Utara,” kata Alamsyah. (tim)













