EKSPOSTIMES.COM- Dalam atmosfer yang sarat semangat dan refleksi profesi, sebanyak 36 wartawan Kota Bitung mengikuti pembekalan Peraturan Dasar dan Rumah Tangga (PD-PRT) serta Kode Etik Jurnalistik, Jumat (27/6/2025). Kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Madidir, ini menjadi panggung konsolidasi dan pemurnian nilai-nilai jurnalistik.
Dipimpin langsung oleh Plt Ketua PWI Bitung, Adrianus R. Pusungunaung, acara ini tidak sekadar menjadi agenda internal organisasi, melainkan juga panggilan moral bagi setiap wartawan untuk kembali meneguhkan jati diri profesi pers di tengah gempuran kepentingan dan disinformasi.
Dalam sambutannya, Adrianus yang juga menjabat Wakil Ketua PWI Sulut Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan menyampaikan pesan tajam dan penuh makna bahwa pers tanpa etika bukanlah pembawa cahaya, melainkan bayang-bayang kekuasaan.
“Jurnalis harus menjadi pelindung kepentingan publik, bukan alat kekuasaan atau korporasi. Tanpa etika, pers hanya akan menjadi propaganda,” tegasnya di hadapan peserta yang larut dalam keseriusan.
Ia menegaskan, pembekalan ini adalah bentuk komitmen PWI untuk memurnikan integritas anggotanya, dengan pegangan utama Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik yang telah disusun Dewan Pers.
Turut hadir Penasehat PWI Bitung, Albertus Bambang Sri Murdono, yang memberikan nasihat strategis. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya soliditas dan loyalitas dalam menjaga nama baik organisasi yang telah menjadi pilar sejarah pers Indonesia.
“PWI ini organisasi profesi yang sudah lama dikenal dan dihormati. Jagalah nama baiknya,” ujar Bambang, menggetarkan ruang dengan nada penuh tanggung jawab.
Sementara itu, Plt Sekretaris PWI Bitung, Ferry Mamangkey, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. Ia menegaskan bahwa PWI bukan organisasi yang bisa disusupi tanpa integritas.
“Kami tidak ingin sembarang orang mengatasnamakan PWI. Pembekalan ini adalah fondasi penting untuk membentuk wartawan yang profesional dan bertanggung jawab,” ucapnya, menggarisbawahi pentingnya proses kaderisasi yang ketat dan berstandar tinggi.
Baca Juga: Voucke Lontaan Dilaporkan ke Polda Sulut, Diduga Palsukan Atribut Resmi PWI
Pembekalan ini menjadi bagian dari gerakan strategis PWI Bitung dalam membentuk wartawan tangguh, kritis, dan bermartabat. Di era digital yang penuh godaan clickbait dan manipulasi informasi, kembali ke nilai-nilai dasar profesi bukan sekadar pilihan melainkan kebutuhan.
Kegiatan ditutup dengan diskusi reflektif antar peserta dan penyusunan rencana tindak lanjut penguatan kapasitas jurnalistik anggota. PWI Bitung menegaskan akan terus menjadi rumah bagi mereka yang siap menulis kebenaran, bukan sekadar sensasi. (riz)








