Hukum & Kriminal

Viral! Oknum Anggota Kodim 1309 Manado Ribut dengan Warga Tambang di Ratatotok, Catut Nama Danrem untuk Usir Penambang Rakyat

×

Viral! Oknum Anggota Kodim 1309 Manado Ribut dengan Warga Tambang di Ratatotok, Catut Nama Danrem untuk Usir Penambang Rakyat

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video viral menunjukkan pria berpakaian hitam diduga anggota Kodim 1309/Manado bersitegang dengan warga penambang di Ratatotok, Minahasa Tenggara.
Diduga anggota TNI berpangkat Serka bersitegang dengan warga tambang di Ratatotok, dalam video yang viral di media sosial

EKSPOSTIMES.COM- Media sosial kembali membara! Sebuah video yang viral di Facebook memicu gelombang kemarahan publik. Dalam video tersebut, seorang pria yang diduga kuat anggota Kodim 1309/Manado tertangkap kamera ribut dengan warga di Ratatotok, Minahasa Tenggara.

Oknum yang mengenakan kaus lengan panjang hitam itu disebut-sebut anggota TNI-AD berpangkat Serka, berinisial OT alias Ok. Dalam video berdurasi 6 menit 51 detik yang beredar luas, publik dibuat terkejut karena OT secara terang-terangan mencatut nama Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Martin Susilo Martopo, seolah ingin memberi legitimasi pada tindakannya yang diduga mengusir warga secara kasar dari lokasi tambang PT. Hakian Wellem Rumansi (HWR).

Baca Juga: Viral Eks Marinir Gabung Militer Rusia, TNI AL: Sudah Dipecat karena Desersi

Yang bikin publik naik pitam, sang oknum terekam mengintimidasi warga penambang tradisional, menyuruh mereka angkat kaki dari lokasi, dan bertindak seolah tambang itu milik negara yang tak boleh diganggu rakyat kecil. Padahal, warga disebut hanya melakukan aktivitas penambangan manual untuk mencari sesuap nasi dari tanah leluhur mereka.

“Ini bukan penjajahan militer. Kenapa rakyat diperlakukan seperti musuh?” tulis salah satu netizen yang mengomentari unggahan tersebut.

Narasi dalam video menuding bahwa oknum itu bertindak sewenang-wenang, jauh dari etika aparat negara. Bahkan publik mencurigai apakah benar yang bersangkutan adalah anggota aktif TNI, atau hanya menggunakan nama besar Kodim dan Danrem untuk membela kepentingan perusahaan?

Warga mendesak agar Panglima Kodam XIII/Merdeka segera turun tangan dan membuka fakta kepada publik.

“Perlu diselidiki, apakah benar dia anggota Kodim Manado? Atau hanya membawa nama TNI demi menekan rakyat? Jangan sampai institusi yang kami hormati dijadikan tameng kepentingan bisnis tambang,” tulis narasi dalam video.

Kejadian ini juga memunculkan spekulasi lebih luas di publik: apakah TNI kini sudah jadi alat untuk kepentingan perusahaan? Apakah sudah tidak ada lagi pembelaan untuk rakyat kecil di negeri sendiri?

Baca Juga: UU TNI Tidak Diubah! Menkumham Tegaskan Tidak Ada Kebangkitan Dwifungsi Militer

Warga menunggu langkah tegas dari Kodam XIII/Merdeka untuk mengklarifikasi status dan motif oknum tersebut, agar tidak muncul persepsi liar bahwa militer ikut bermain dalam konflik agraria dan tambang rakyat.

Yang jelas, publik menuntut kebenaran dan transparansi, bukan pembiaran. Institusi TNI tak boleh diam saat nama baiknya dicatut dan rakyat ditindas. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *