“Memang ada banyak orang yang harus dimintai keterangan terkait kasus ini,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, dalam keterangannya, Minggu (16/3).
Menariknya, dari ratusan saksi yang telah diperiksa, nama mantan Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, dan mantan Dirut PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, belum masuk dalam daftar. Namun, Kejagung menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan keduanya akan dipanggil jika penyidik membutuhkan keterangan mereka.
“Jika diperlukan, siapapun bisa dipanggil, termasuk direksi dan komisaris,” tegas Harli.
Dalam perkembangan terbaru, mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, telah dipanggil sebagai saksi. Langkah ini dilakukan guna memperjelas alur kasus dan mempercepat proses penyidikan.
Sementara itu, penyidik Kejagung terus menggenjot pemeriksaan agar berkas perkara segera rampung dan dilimpahkan ke pengadilan. “Kami ingin perkara ini cepat selesai dan masuk tahap berikutnya,” ujar Harli.
Kejagung sebelumnya telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Riva Siahaan (RS) Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sani Dinar Saifuddin (SDS) Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Yoki Firnandi (YF) Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Agus Purwono (AP) VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional.
Maya Kusmaya (MK) Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Edward Corne (EC) VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Dimas Werhaspati (DW) Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim dan Gading Ramadhan Joedo (GRJ) Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.
Kasus ini menyoroti dugaan penyimpangan dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan Pertamina Subholding dan KKKS. Pola permainan yang diduga terjadi melibatkan berbagai skema, mulai dari manipulasi harga hingga pengadaan minyak yang tidak transparan.
Dengan semakin banyaknya saksi yang diperiksa dan potensi pemanggilan mantan petinggi Pertamina, akankah Kejagung berhasil membongkar keseluruhan skandal ini? Publik menunggu langkah tegas aparat hukum dalam mengungkap fakta-fakta di balik kasus yang menghebohkan ini. (riz)







