EKSPOSTIMES.COM- Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., memberikan apresiasi penuh kepada jajaran Polsek Kakas atas tindakan cepat dan koordinatif dalam operasi pencarian korban tenggelam di perairan Danau Tondano.
Dalam operasi kemanusiaan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kakas Ipda Fegy K Lumantow, SH, tim gabungan dari unsur Polri, Basarnas, BPBD Minahasa, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat setempat bergerak cepat sejak laporan pertama diterima. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya sinergi lintas instansi dalam menjaga keselamatan dan memberikan pertolongan bagi warga.
“Ini bukan sekadar tugas kepolisian, tapi panggilan hati dan kemanusiaan. Saya bangga atas dedikasi dan kerja sama yang luar biasa dari semua pihak,” ujar AKBP Steven Simbar, Senin (28/7) pagi.

Korban diketahui bernama Ricardo Dotulung (21), warga Desa Walurmaatus, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. Ia dilaporkan tenggelam pada Senin (21/7) sore setelah perahu ketinting yang ditumpanginya bersama enam temannya terbalik saat menyeberangi Danau Tondano dari Desa Tounelet menuju Desa Tasuka.
Setelah tiga hari pencarian intensif, jasad Ricardo akhirnya ditemukan pada Kamis (24/7) pukul 04.30 WITA oleh seorang warga Desa Watumea, Kecamatan Eris. Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di belakang rumah warga, mengenakan celana panjang hitam dan kaus merah. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke aparat, dan proses evakuasi pun berjalan lancar.
Insiden tragis ini terjadi saat Ricardo dan teman-temannya hendak mandi di Desa Tasuka. Dalam perjalanan, perahu yang mereka gunakan tiba-tiba terbalik. Rekan-rekan korban sempat menyelamatkan diri menggunakan pelampung darurat berupa botol air mineral. Ricardo juga terlihat masih bersama mereka, namun saat nelayan datang membantu, ia sudah tidak tampak di permukaan air.
Baca Juga: Kapolsek Kakas Edukasi Remaja Saat Razia Malam, Cegah Miras dan Kekerasan Jalanan
Operasi pencarian langsung digelar oleh Polsek Kakas dengan membagi sektor pencarian di sepanjang garis danau. Bantuan datang dari tim SAR gabungan dan masyarakat setempat yang rela begadang hingga dini hari demi upaya penyelamatan.
Keberhasilan evakuasi korban ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri yang humanis dan tanggap terhadap situasi darurat. Tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan.
“Dedikasi ini adalah wajah Polri yang sesungguhnya. Bekerja bersama rakyat, untuk rakyat,” tegas Kapolres Minahasa.
Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan dengan layak. (Len)













