Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Menguat Tipis di Tengah Ketidakpastian Kebijakan The Fed

×

Harga Emas Menguat Tipis di Tengah Ketidakpastian Kebijakan The Fed

Sebarkan artikel ini
Harga emas hari ini

EKSPOSTIMES.COM- Harga emas dunia mengalami pemulihan tipis pada akhir perdagangan Amerika Utara, Rabu (12/2/2025) waktu setempat. Kenaikan ini terjadi setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, menegaskan bahwa kebijakan moneter perlu tetap ketat untuk menghadapi tekanan inflasi yang meningkat.

Di tengah ketidakpastian global, ancaman tarif yang lebih tinggi dari Presiden AS Donald Trump semakin memperumit situasi pasar. XAU/USD diperdagangkan di sekitar USD2.897, hanya sedikit berubah dibandingkan sesi sebelumnya.

Menurut analis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, indikator teknikal menunjukkan bahwa tren bullish masih mendominasi pergerakan harga emas. Kombinasi pola candlestick dan moving average saat ini mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut.

Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi Setelah Rekor Baru, Perang Dagang Jadi Pemicu

Dalam proyeksi pergerakan harian, emas diperkirakan bisa mencapai level USD2.941. Namun, jika terjadi koreksi, harga dapat turun ke level USD2.882 sebagai titik support terdekat.

Meski inflasi AS naik di atas tiga persen pada Januari, emas tetap berusaha menguat pada Kamis (13/2/2025), dengan harga bergerak di kisaran USD2.900.

Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed mulai meredup setelah data inflasi terbaru dirilis. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, yang berpotensi membuat The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

Baca juga: Harga Emas Antam Melonjak Tajam, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sebelumnya, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 40 basis poin (bp) hingga akhir tahun. Namun, setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK), ekspektasi tersebut menurun menjadi hanya 30 bp.

Hal ini berdampak pada pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) sempat menguat tetapi kemudian melemah ke level 107,98 setelah rilis data inflasi.

Dalam kesaksiannya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat AS, Powell menegaskan bahwa perjuangan untuk mengendalikan inflasi masih jauh dari selesai. Pernyataan ini diperkuat oleh Presiden The Fed Atlanta, Raphael Bostic, yang memproyeksikan inflasi baru akan mencapai target dua persen pada 2026.

Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, juga menyoroti data inflasi Januari yang lebih tinggi dari perkiraan sebagai indikasi bahwa tantangan The Fed dalam menurunkan inflasi masih berlanjut.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik 9,5 basis poin menjadi 4,635 persen, sementara imbal hasil riil AS melonjak hampir sembilan basis poin ke 2,157 persen. Kenaikan ini menjadi hambatan bagi pergerakan harga emas, meskipun ketidakpastian kebijakan moneter dan ancaman tarif perdagangan tetap memberikan dukungan.

Secara keseluruhan, meskipun emas menghadapi tekanan dari kebijakan moneter AS, tren bullish masih bertahan dalam jangka pendek. Jika momentum kenaikan tetap terjaga, emas berpotensi menguji level USD2.941.

Namun, apabila inflasi terus meningkat, peluang pemangkasan suku bunga akan semakin kecil, yang dapat menekan harga emas lebih lanjut. Di sisi lain, jika pasar mulai meragukan kebijakan ketat The Fed, emas bisa kembali menguat. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d