Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Dunia Tembus US$3.211,81 per Troy Ons, Cetak Rekor Baru di Tengah Ancaman Resesi Global dan Perang Dagan

×

Harga Emas Dunia Tembus US$3.211,81 per Troy Ons, Cetak Rekor Baru di Tengah Ancaman Resesi Global dan Perang Dagan

Sebarkan artikel ini
Grafik lonjakan harga emas dunia mencapai rekor tertinggi di tengah gejolak ekonomi global dan perang dagang AS-China.
Foto Ilustrasi Harga Emas Dunia Tembus US$3.211,81, Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

EKSPOSTIMES.COM- Harga emas dunia kembali mencatatkan tonggak bersejarah. Pada Jumat siang (11/4/2025), harga emas di pasar spot melejit ke level US$3.211,81 per troy ons, menandai rekor tertinggi sepanjang masa.

Angka ini mencerminkan kenaikan harian sebesar 0,72% dan mengukuhkan posisi emas sebagai aset safe haven utama di tengah badai ketidakpastian global.

Kondisi geopolitik yang semakin tidak menentu, terutama eskalasi tensi perdagangan antara dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat dan China, menjadi pemicu utama lonjakan ini.

Langkah agresif Presiden AS Donald Trump yang menerapkan tarif impor hingga 145% terhadap produk asal China langsung mengguncang pasar dan memantik kekhawatiran akan pembalasan dari Beijing.

“Emas saat ini adalah tempat paling aman di pasar. Dengan meningkatnya ketegangan dagang, investor beralih ke aset lindung nilai,” ujar Liu Yuxuan, analis dari Jun’an Futures Co.

Baca Juga: Harga Emas Antam Melejit Rp23.000, Ketegangan Perang Dagang AS-China Dorong Investor Cari Aman

Gejolak ini tak hanya berdampak pada perdagangan global, tapi juga menumbuhkan kekhawatiran serius akan potensi resesi dunia. Pasar saham global berguncang, obligasi berfluktuasi, dan nilai tukar mata uang utama terguncang.

Dalam situasi ini, emas kembali membuktikan dirinya sebagai penyimpan nilai yang terpercaya.

Lonjakan permintaan terhadap emas pun tak terhindarkan. Tak hanya investor institusional, investor ritel pun mulai memburu logam mulia untuk mengamankan portofolio mereka dari gejolak pasar.

Efek dari reli emas global turut terasa di pasar domestik. Emas batangan Antam pada Jumat (11/4/2025) naik tajam menjadi Rp1.889.000 per gram, naik Rp43.000 dibanding hari sebelumnya dan menjadi level tertinggi yang pernah dicatat.

Harga buyback atau pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga menanjak ke Rp1.739.000 per gram, mengukuhkan rekor baru dalam sejarah perdagangan emas di Indonesia.

Lonjakan ini selaras dengan performa emas global yang pada sesi sebelumnya sempat melonjak 3,36% hingga menyentuh US$3.189,9 per troy ons. Dalam hitungan year-to-date 2025, harga emas dunia telah naik 18,51%.

Sementara dalam kurun waktu satu tahun terakhir, lonjakan tajam hingga 32,67% memperlihatkan daya tarik kuat logam mulia ini sebagai aset pelindung nilai.

Menurut Dominic Schnider dari UBS Global Wealth Management, selama ketidakpastian ekonomi dan tensi geopolitik terus berlangsung, tren bullish pada emas diperkirakan berlanjut.

“Investor saat ini memprioritaskan keamanan atas imbal hasil. Emas menawarkan stabilitas itu,” jelas Schnider.

Sementara Trump mencoba bermain strategi dengan menunda penerapan tarif ke negara selain China selama 90 hari, pasar tetap bereaksi dengan waspada. Volatilitas tinggi di pasar saham, valas, hingga obligasi menandakan ketidakpastian masih mendominasi sentimen global.

Dengan kondisi global yang belum menunjukkan tanda-tanda stabil, analis memproyeksikan tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah. Arus modal yang terus mengalir ke aset-aset safe haven seperti emas menjadi sinyal kuat bahwa pasar masih diliputi kecemasan. (blo/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d