Hukum & Kriminal

Gegara Teguran, Dua Pemuda Masarang Ditikam! Duel Sajam Berdarah Pecah di Depan Gereja Wawalintouan

×

Gegara Teguran, Dua Pemuda Masarang Ditikam! Duel Sajam Berdarah Pecah di Depan Gereja Wawalintouan

Sebarkan artikel ini
PELAKU saat digelandang ke Mapolres Minahasa.

EKSPOSTIMES.COM- Duel senjata tajam bak adegan film laga menggemparkan warga Kelurahan Wawalintouan, Tondano Barat, tepatnya di depan Gereja Eben Haezer, Senin (23/6/2025) dini hari. Dua pemuda asal Desa Masarang, Efraim Ratu dan Chris Moningkey, menjadi korban tikaman brutal yang dilakukan oleh seorang pemuda mabuk, gara-gara masalah tegur-menegur.

Pelaku penikaman sadis itu adalah Marcelino Nadja (20), warga Kelurahan Wawalintouan, yang kini telah diamankan oleh Tim Resmob Polres Minahasa di bawah pimpinan Kanit Resmob Aipda Suryadi, SH.

Peristiwa bermula sekitar pukul 01.20 WITA, saat Efraim dan Chris bersama sejumlah teman hendak menghadiri pesta ulang tahun di Lorong Kampung Gorontalo. Saat melintas di kompleks Asrama TNI, mereka melewati acara duka. Salah satu teman mereka, lelaki Poto, sempat menegur Jojo, teman dari pelaku.

Teguran ringan itu rupanya memicu bara amarah Marcelino. Dengan mata liar melihat situasi dari arah depan, pelaku langsung balik ke rumah yang hanya selemparan batu dari lokasi, dan mengambil badik.

Tanpa basa-basi, ia menghampiri Poto dan melontarkan kalimat menantang, “Ngana tegor akang pa dia!” Sementara itu, korban Chris Moningkey yang masih berada di lokasi jadi sasaran selanjutnya. Melihat lawannya kini menggenggam badik dan mulai memprovokasi, Chris tak tinggal diam. Ia turun dari sepeda motor, lalu mencabut senjata tajam dari pinggangnya.

Sontak, kedua pemuda itu terlibat duel sengit, saling serang menggunakan senjata tajam. Chris akhirnya terkena tikaman di tangan kanan, membuatnya limbung dan melarikan diri menuju arah kompleks pekuburan umum Wawalintouan.

Aksi tak berhenti di situ. Pelaku yang kini sudah seperti kesetanan, bersama kelompoknya mengejar Chris hingga ke pekuburan. Di sanalah korban Efraim sudah menunggu bersama teman-temannya sambil menggenggam batu.

Saat Efraim melempar batu ke arah pelaku, lemparannya meleset. Ia kemudian terpeleset saat hendak melarikan diri. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan serangan mematikan.

Meski sempat memegang kerah baju pelaku sambil berkata, “Kita nyanda iko-iko,” Marcelino tak peduli. Ia langsung menusuk dada kiri korban, hingga korban terjatuh. Tak puas, tikaman kedua menghantam dada kanan Efraim. Korban kemudian bangkit dan lari terseok ke arah pasar.

Pelaku, seolah puas dengan aksinya, kembali tenang dan melenggang ke rumah duka. Sedangkan, kedua korban dilarikan ke RS Sam Ratulangi Tondano. Efraim mengalami dua luka tusuk di dada kiri dan kanan, sementara Chris menderita luka tusuk di tangan kanan. Beruntung, nyawa keduanya berhasil diselamatkan.

Pelaku akhirnya ditangkap sekitar pukul 02.30 WITA berdasarkan laporan masyarakat. Ia kini telah diserahkan ke penyidik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Edi Susanto, S.Sos, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Pelaku kami amankan dan masih dalam proses pemeriksaan. Motif diduga kuat karena pengaruh alkohol,” tegasnya. (len)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d