EKSPOSTIMES.COM- Serangan udara dan darat yang kembali dilancarkan Israel dalam 10 hari terakhir telah menewaskan sedikitnya 322 anak dan melukai 609 lainnya.
Data tragis ini diungkap oleh UNICEF dalam laporan terbarunya pada Senin (1/4/2025), menyoroti semakin memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza.
Korban jiwa termasuk anak-anak yang terbunuh atau terluka saat Rumah Sakit Al Nasser di Gaza Selatan dihantam serangan Israel pada 23 Maret lalu.
Menurut badan anak-anak PBB tersebut, sebagian besar anak yang menjadi korban merupakan pengungsi yang kini terpaksa bertahan hidup di tenda darurat atau di reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat peperangan.
Setelah sempat menikmati gencatan senjata selama hampir dua bulan, Gaza kembali dihantui ledakan dan kehancuran sejak Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran pada 18 Maret, diikuti dengan operasi darat yang semakin memperparah krisis kemanusiaan.
“Gencatan senjata di Gaza sempat memberi harapan bagi anak-anak untuk bertahan dan pulih. Namun kini mereka kembali terjebak dalam siklus kekerasan dan penderitaan yang tiada akhir,” ujar Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell.
Baca Juga: Gaza Berduka di Hari Raya! 64 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel
Russell menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik harus mematuhi hukum humaniter internasional dan memastikan perlindungan anak-anak dari dampak perang yang semakin brutal.
Sejak perang berkecamuk hampir 18 bulan lalu, UNICEF mencatat lebih dari 15.000 anak tewas, 34.000 anak terluka, dan hampir satu juta anak terpaksa mengungsi berkali-kali tanpa akses ke layanan dasar seperti makanan, air bersih, tempat tinggal, dan perawatan medis.
UNICEF pun mendesak penghentian segera permusuhan serta menuntut Israel untuk membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, yang telah diblokade sejak 2 Maret.
Mereka juga menyerukan evakuasi anak-anak yang sakit atau terluka agar bisa mendapatkan perawatan medis yang layak.
“Tanpa akses terhadap makanan, air bersih, tempat berlindung, dan layanan kesehatan, angka kekurangan gizi dan penyakit akan meningkat drastis. Ini akan menyebabkan lebih banyak kematian anak yang seharusnya bisa dicegah,” tegas UNICEF dalam pernyataannya.
UNICEF menutup laporannya dengan menyerukan kepada dunia internasional untuk tidak tinggal diam terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza. Mereka meminta agar tekanan global terus dilakukan demi menyelamatkan ribuan anak yang terjebak dalam konflik ini.
“Setiap nyawa anak yang hilang adalah pengingat akan kegagalan kita melindungi generasi masa depan. Dunia harus segera bertindak,” pungkas UNICEF. (tim)












