EKSPOSTIMES.COM – Suara zikir dan shalawat menggema lembut di langit malam Gampong Reuhat Tuha. Dari meunasah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan warga, cahaya lampu temaram berpadu dengan suara lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, menciptakan suasana religius yang hangat dan menyentuh hati.
Dengan penuh kebersamaan, ratusan warga dari berbagai kalangan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar pada Sabtu malam. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Keuchik Gampong, Heriandy, S.Pd, bersama Imuem Meunasah Tgk. Al Kausar, S.Pd, yang tampak khusyuk memimpin jalannya zikir dan doa bersama.
“Maulid bukan sekadar tradisi, tapi momentum memperbarui cinta dan rindu kita kepada Rasulullah,” ujar Keuchik Heriandy dalam sambutannya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan maulid sebagai ajang memperkuat persaudaraan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran Tgk. Zulbahri Lhoong sebagai penceramah menambah makna dalam kegiatan tersebut. Dalam tausiyahnya yang menyejukkan, ia menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai dasar moral umat Islam.
Baca Juga: FKUB Aceh: Tabayyun dan Kolaborasi Jadi Kunci Kedamaian Umat Beragama
“Rasulullah bukan hanya teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang terhadap sesama. Jika umat Islam meneladani beliau, insya Allah kampung ini akan selalu diberkahi,” ucap Tgk. Zulbahri dengan suara bergetar.
Suasana semakin hidup ketika Syeh Medya Hus tampil membawakan qasidah Aceh dengan lantunan syair-syair pujian kepada Nabi. Suaranya yang merdu berpadu dengan tabuhan rebana menambah haru para jamaah. Beberapa warga tampak menitikkan air mata, larut dalam zikir dan rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah SAW.
Tak hanya menjadi ajang ibadah, peringatan maulid ini juga menjadi momen kebersamaan dan gotong royong warga. Sejak pagi, kaum ibu bergotong royong menyiapkan hidangan khas kenduri maulid mulai dari kuah beulangong hingga aneka kue tradisional Aceh yang kemudian disantap bersama seusai acara.
Kenduri yang digelar di halaman meunasah menjadi penutup yang hangat bagi malam penuh berkah itu. Warga duduk bersila, saling bertukar cerita, dan menikmati hidangan dengan tawa ringan di antara lantunan shalawat yang terus berkumandang.
Peringatan Maulid Nabi di Gampong Reuhat Tuha bukan hanya sekadar seremonial tahunan. Ia menjadi cermin kehidupan masyarakat Aceh yang kokoh dalam tradisi, kuat dalam iman, dan erat dalam persaudaraan. Dari kampung kecil ini, gema cinta Rasul menggema, mengingatkan bahwa nilai-nilai yang diwariskan Nabi Muhammad SAW senantiasa hidup dalam hati umatnya kapan pun dan di mana pun. (Maulana)













