EKSPOSTIMES.COM – Malam Senin (8/9/2025) menjadi momen panas di jagat maya. Ferry Irwandi, konten kreator yang kerap mengundang perhatian publik dengan pernyataan-pernyataan tajamnya, akhirnya buka suara setelah mencuat kabar bahwa dirinya tengah dibidik oleh Satuan Siber (Satsiber) TNI atas dugaan tindak pidana.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @irwandiferry, Ferry menegaskan sikapnya tanpa ragu.
“Saya siap menghadapi semuanya, tenang saja, saya tidak pernah dididik jadi pengecut atau penakut,” tulisnya.
Kalimat itu bukan sekadar kata, melainkan tantangan terbuka kepada aparat negara yang disebut-sebut siap melaporkannya ke jalur hukum.
Bantahan pun langsung ia lontarkan. Menurut Ferry, klaim pihak TNI yang menyebut sudah mencoba menghubunginya adalah tidak benar.
“Nggak, nggak pernah ada. Nomor saya belum pernah ganti kok, masih sama,” kata Ferry saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan baik dirinya maupun timnya tidak pernah menerima kontak dalam bentuk apa pun dari pihak terkait.
Kepada awak media, Ferry mengaku dirinya bahkan tidak mengetahui detail temuan dugaan tindak pidana yang disangkakan kepadanya.
“Saya belum tau apa-apa soal itu,” ucapnya, terdengar santai, namun menyimpan ketegasan seorang pria yang siap menanggung risiko dari pilihannya berbicara.
Unggahan Ferry di Instagram semakin memperkuat kesan perlawanan ideologis. Dengan nada filosofis, ia menutup pernyataannya dengan kalimat yang menggema di kalangan para pendukungnya.
“Saya sampaikan satu hal, ide tidak bisa dibunuh atau dipenjara,” tulis Ferry, seolah ingin menegaskan bahwa gagasan tak bisa dihancurkan hanya dengan jeruji besi.
Sikap Ferry memantik reaksi beragam. Sebagian menilai keberaniannya sebagai bentuk konsistensi terhadap kebebasan berekspresi, sementara lainnya menganggap langkahnya sebagai pertaruhan besar yang bisa menyeretnya ke dalam pusaran panjang proses hukum.
Kini, sorotan publik tertuju pada langkah apa yang akan diambil Satsiber TNI. Apakah benar laporan resmi akan diajukan, atau sekadar peringatan keras yang dimaksudkan untuk membungkam suara Ferry di ruang publik?
Yang jelas, malam itu, melalui layar kecil ponsel, Ferry telah mengirimkan pesan keras: ia tidak gentar, dan ia memilih berdiri tegak menghadapi badai. Sebuah sikap yang menempatkannya bukan hanya sebagai konten kreator, tetapi juga sebagai simbol perlawanan terhadap ancaman pembungkaman ide. (*/tim)









