Ekonomi & Bisnis

BSU Tersendat di Sulut! Baru 39 Persen Cair, Ribuan Pekerja Terancam Gigit Jari Akibat Belum Punya Rekening

×

BSU Tersendat di Sulut! Baru 39 Persen Cair, Ribuan Pekerja Terancam Gigit Jari Akibat Belum Punya Rekening

Sebarkan artikel ini
Pekerja di Sulut antre membuka rekening bank kolektif demi pencairan BSU 2025 yang tersendat akibat minimnya data rekening aktif.
Penyaluran BSU tahap pertama 2025 di Sulut tersendat. Ribuan pekerja belum punya rekening aktif, hanya 39 persen dana tersalurkan hingga awal Juli.

EKSPOSTIMES.COM- Dana segar ratusan juta rupiah untuk pekerja sudah siap mengalir, namun hingga kini mayoritas buruh di Sulawesi Utara (Sulut) belum bisa menikmati Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap pertama 2025. Ironisnya, dari target penerima, realisasi penyaluran baru menyentuh 39 persen.

Masalah klasik jadi biang kerok: ribuan pekerja belum memiliki atau memperbarui nomor rekening bank. Akibatnya, uang bantuan senilai Rp600 ribu per orang yang semestinya sudah masuk kantong buruh sejak Juni, masih menggantung di awan.

“Kami mengimbau tenaga kerja segera masukkan atau perbarui nomor rekeningnya. Jangan tunggu sampai kesempatan ini lewat!” tegas Kepala BPJamsostek Sulut, Murniati, Jumat (4/7).

Menurut Murniati, keterlambatan ini bukan semata karena kendala teknis atau sistem, melainkan karena banyak tenaga kerja di Sulut belum memiliki rekening aktif. Fakta miris ini memperlihatkan bahwa inklusi keuangan masih jadi tantangan besar, bahkan di kalangan pekerja formal.

“Banyak yang belum punya rekening bank sama sekali. Ini realitas di lapangan yang memperlambat pencairan,” ujar Murniati.

Merespons situasi itu, BPJamsostek menggandeng sejumlah perbankan di Sulut untuk mempercepat pembukaan rekening kolektif. Langkah cepat ini diharapkan jadi solusi jangka pendek agar dana bantuan tak terus tertahan.

“Kami sudah kerja sama dengan bank lokal. Targetnya, pekerja bisa buka rekening secara massal, cepat, dan tanpa ribet,” bebernya.

BPJamsostek juga mendesak perusahaan agar tidak lepas tangan. Pihak perusahaan wajib aktif memperbarui data pekerja agar hak-hak karyawan bisa segera dicairkan.

“Ini tanggung jawab bersama. Jika datanya lengkap, kami bisa proses pencairan jauh lebih cepat,” tandas Murniati.

Sementara itu, BSU tahap kedua dijadwalkan mulai cair awal Juli 2025. Validasi data penerima masih terus berjalan ketat. Targetnya, bantuan tepat sasaran dan tidak diselewengkan.

Bantuan tunai ini diharapkan menjadi penopang ekonomi bagi pekerja berpenghasilan rendah yang masih bergelut dengan tekanan ekonomi pasca pandemi dan ketidakpastian dunia kerja. (farly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d