EKSPOSTIMES.COM- Kota Bitung diguncang kabar mengerikan. Seorang pria bernama Mohamad Hamsah (22) terkapar kritis setelah ditikam kakak kandungnya sendiri, Juniar Hamsah alias Saugi (41), dalam insiden berdarah yang terjadi di rumah mereka di Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, Kamis (15/5).
Ironisnya, pertumpahan darah ini dipicu oleh konflik keluarga yang bermula dari bentakan kasar kepada ibu kandung mereka sendiri. Korban, yang dalam kondisi diduga mabuk, memaki ibunya. Tak terima dengan perlakuan itu, pelaku yang baru tiba di rumah langsung menegur. Namun, suasana berubah panas, dan pertengkaran berujung petaka.
Dalam kondisi emosi tak terkendali, pelaku menyabetkan pisau dapur ke arah korban. Tikaman menghantam tangan dan kaki korban, menyebabkan luka serius dan pendarahan hebat. Warga sekitar langsung melarikan korban ke RS Budi Mulia Bitung, di mana ia masih dirawat secara intensif.
Kisah tragis ini memperlihatkan bagaimana konflik kecil dalam keluarga dapat berubah menjadi tindak kekerasan yang mengancam nyawa. Apalagi, jika disulut oleh emosi dan konsumsi alkohol.
Setelah menerima laporan pada Jumat (16/5), polisi bergerak cepat. Tim Reskrim Polsek Aertembaga yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Tuegeh D. Darus, S.Sos, berhasil mengamankan pelaku di wilayah Kelurahan Wonasa Atas, Kecamatan Singkil, Kota Manado, sekitar pukul 23.30 WITA.
“Barang bukti yang diamankan, satu bilah pisau dapur yang digunakan saat penikaman,” kata Kapolsek.
Pelaku kini resmi ditahan di Mapolsek Aertembaga, dan akan menjalani proses hukum sesuai Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Tahun 1951 juncto Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan senjata tajam.
Dalam pengakuannya, pelaku mengaku terluka secara emosional karena mendengar adiknya memaki ibu kandung mereka.
“Kami tidak akan mentolerir kekerasan dalam bentuk apa pun, apalagi jika terjadi dalam lingkup keluarga. Pelaku akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tandas Kapolsek tegas. (tim)









