Ekonomi & Bisnis

ASN dan Kesehatan Mental, DWP Kemenko Perekonomian Gaungkan Kesadaran Baru di Lingkungan Kerja

×

ASN dan Kesehatan Mental, DWP Kemenko Perekonomian Gaungkan Kesadaran Baru di Lingkungan Kerja

Sebarkan artikel ini
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Talkshow Metro TV bertema “1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran – Optimism on 8% Economic Growth”, Kamis (16/10/2025), menegaskan Indonesia tetap jadi bright spot ekonomi dunia.

EKSPOSTIMES.COM- Di balik senyum dan seragam rapi para Aparatur Sipil Negara (ASN), sering tersembunyi beban mental yang tak terlihat. Tekanan target, tuntutan pelayanan publik, dan keseimbangan peran dalam keluarga menjadi tantangan sehari-hari yang perlahan dapat menggerus ketenangan batin. Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental kini tak lagi bisa dikesampingkan dan di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, gaung kepedulian itu mulai menggema kuat.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2025, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenko Perekonomian menggelar talkshow bertajuk “Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja”, Kamis (16/10). Acara ini dihadiri oleh 170 ASN, mayoritas dari kalangan Generasi Z, yang tengah berada di masa produktif namun juga paling rentan menghadapi tekanan mental akibat dinamika kerja modern.

Ketua DWP Kemenko Perekonomian, Anna Susiwijono, membuka acara dengan pesan yang menohok

“ASN tidak hanya dituntut profesionalisme dan dedikasi tinggi, tetapi juga menghadapi tantangan mental dan emosional yang tidak ringan. Tekanan yang tak terkelola bisa merembet ke rumah memengaruhi hubungan dengan pasangan dan anak-anak. Karena itu, kita perlu belajar mengenali, memahami, dan mengelola stres dengan penuh empati.” Kata Ketua DWP Kemenko Perekonomian, Anna Susiwijono

Talkshow menghadirkan psikolog Oktina Burlianti, M.Si, yang mengupas tuntas isu-isu krusial seperti mindfulness, resilience, dan peran keluarga dalam mendukung keseimbangan mental. Ia menekankan bahwa gangguan kesehatan mental tidak selalu muncul dalam bentuk ekstrem.

“Itu hanya berupa kehilangan semangat, sulit tidur, atau merasa hampa tanpa sebab. Dan di sinilah pentingnya mengenali tanda-tanda kecil sebelum menjadi besar.” Lanjut Anna

Fenomena gangguan mental di kalangan ASN, khususnya generasi muda, kini menjadi perhatian serius. Dalam dunia kerja yang serba cepat dan digital, tuntutan efisiensi sering membuat sisi kemanusiaan terpinggirkan. Karenanya, kegiatan seperti ini menjadi oase ruang refleksi di tengah rutinitas yang padat.

Kepala Biro Umum dan SDM Kemenko Perekonomian, Hari Nugroho, menegaskan bahwa kesehatan mental adalah bagian tak terpisahkan dari produktivitas.

“Sehat itu bukan hanya fisik. Sehat mental berarti mampu berpikir jernih, membangun empati, dan peduli dengan sesama. Tanpa itu, kerja kehilangan arah dan tujuan organisasi pun sulit tercapai,” ujar Haru Nugroho

Melalui kegiatan ini, DWP Kemenko Perekonomian berharap lahir budaya baru di kalangan ASN. Budaya yang tidak tabu bicara soal stres, burnout, atau keseimbangan diri. Sebab, di balik sistem birokrasi dan data ekonomi, negara juga ditopang oleh hati dan pikiran manusia yang sehat. (Lian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *