EKSPOSTIMES.COM– Di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan yang serba cepat, gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tetap berdiri sebagai penjaga nilai-nilai dasar bangsa. Keluarga, kebersamaan, dan kepedulian. Hal inilah yang kembali ditekankan oleh Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, saat menutup rangkaian Lomba Kreasi PKK Kota Bekasi di Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kamis (16/10).
Didampingi Sekretaris TP PKK Kota Bekasi, Wuri Handayani, serta Tim Penilai PKK Kota Bekasi, Wiwiek hadir bersama jajaran pejabat daerah, termasuk Camat Jatiasih dan para lurah. Suasana penuh warna dan semangat kreatif kader PKK mengiringi acara penutupan yang berlangsung hangat dan inspiratif.
Dalam sambutannya, Wiwiek menegaskan bahwa PKK bukan sekadar organisasi perempuan, tetapi adalah fondasi sosial bangsa yang tumbuh dari unit terkecil masyarakat, keluarga.
“PKK merupakan fondasi utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Peran PKK berawal dari keluarga, tempat tumbuhnya nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong. Dari keluarga yang kuat, tercipta lingkungan yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya penuh makna.
Wiwiek juga mengapresiasi kreativitas warga Jatiluhur yang berhasil mengolah sampah menjadi aksesori, atribut, hingga kostum bertema Kerajaan Tarumanegara. Menurutnya, inovasi ini mencerminkan kesadaran lingkungan yang tinggi sekaligus menjadi wujud nyata ekonomi kreatif berbasis daur ulang.
Rangkaian kegiatan tak berhenti di situ. Wiwiek bersama rombongan mengunjungi Taman Pendidikan Anak (TPA) yang menampung sekitar 60 siswa. Ia menilai taman tersebut tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kebahagiaan anak-anak.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Bank Sampah RW 08, yang mengembangkan berbagai inovasi ramah lingkungan seperti kostum berbahan limbah, kerajinan olahan sampah, tepung maggot, hingga pengolahan minyak jelantah. Tak ketinggalan, Butik Sekolah Lansia Jatiasih turut menampilkan hasil karya kain buatan tangan para lansia, sebuah bukti bahwa kreativitas tidak mengenal usia.
Kunjungan ditutup di Rumah Sehat dan Kebun KWT Sapta Pesona, tempat warga memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun produktif berisi terong, cabai, tomat, singkong, hingga budidaya lele dengan sistem aquaponik.
Melihat geliat warga Jatiluhur yang penuh inisiatif, Wiwiek menaruh harapan besar agar semangat ini menular ke seluruh wilayah Kota Bekasi.
“Kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan seperti ini harus terus kita hidupkan. Dari PKK, kita belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keluarga dan komunitas kecil,” tutup Wiwiek. (Lian)








