EKSPOSTIMES.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan Selasa (15/4), didorong oleh sentimen positif dari aksi korporasi buyback saham serta distribusi dividen yang mulai deras mengalir. Katalis ini memantik optimisme pasar, membawa IHSG naik 73,16 poin atau 1,15% ke level 6.441,68.
Sejak pembukaan, IHSG sudah menunjukkan sinyal kuat, menguat 75,82 poin ke posisi 6.444 dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.497,53. Kinerja pasar ditopang oleh lonjakan di sektor energi dan infrastruktur, serta dukungan kuat dari saham-saham berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan hari ini mencapai 24,02 miliar saham dengan total nilai transaksi menyentuh Rp13,66 triliun. Dari 803 saham yang diperdagangkan, 335 menguat, 249 melemah, dan 219 stagnan.
Baca Juga: IHSG Anjlok di Tengah Memanasnya Perang Dagang AS-China, Investor Asing Terus Jual Saham
Analis menilai bahwa aksi buyback saham sejumlah emiten serta mulai mengalirnya dividen menjadi pemicu utama penguatan IHSG. Menurut BRI Danareksa Sekuritas, indeks saat ini sedang menguji resistance penting di area 6.421 dengan saham-saham menarik seperti SMGR, PGAS, dan KLBF jadi sorotan.
Sementara MNC Sekuritas menegaskan IHSG berada dalam tren penguatan jangka pendek dengan target ke level 6.510 hingga 6.678. Namun, koreksi tetap perlu diwaspadai dengan support terdekat di 5.770.
Phintraco Sekuritas mencatat sinyal bullish dari indikator teknikal seperti pelebaran positive slope pada MACD, meski Stochastic RSI menunjukkan potensi overbought. Rekomendasi saham hari ini antara lain: PGAS, BRIS, INDY, ACES, dan ISAT.
Sektor energi mencatat lonjakan tertinggi dengan kenaikan 2,35%, dipimpin oleh BYAN yang melesat 17,4%, FIRE naik 13,5%, dan RIGS melonjak 9,71%. Sektor infrastruktur juga bersinar dengan kenaikan 1,68%. CMNP melonjak 17,7%, BREN naik 4,42%, dan ISAT menguat 4,33%.
Saham-saham unggulan lainnya yang ikut menopang IHSG antara lain PGAS (+2,74%), INDF (+2,46%), PGEO (+2,38%), dan BBCA (+2,08%).
Menguatnya bursa Wall Street dan meredanya tensi dagang global ikut mendukung performa IHSG. Penundaan tarif sektor teknologi oleh pemerintah AS turut menciptakan iklim yang lebih kondusif. Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia per Maret 2025 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, menopang stabilitas nilai tukar.
Namun, pelaku pasar tetap mencermati sinyal kehati-hatian dari data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang turun ke level 121,1, terendah sejak Oktober 2024, menandakan potensi tekanan pada daya beli masyarakat.
Beberapa saham yang direkomendasikan oleh para analis hari ini:
BRI Danareksa Sekuritas: SMGR, PGAS, KLBF
MNC Sekuritas: DAAZ, ITMG, JPFA, PSAB
Phintraco Sekuritas: PGAS, BRIS, INDY, ACES, ISAT
CGS International: JPFA, TINS, GOTO, MAPI, BRIS, ERAA
Samuel Sekuritas: BMRI, BBNI, ANTM, ASII, PGEO, MBMA. (Tim)













