Ekonomi & Bisnis

IHSG Terpeleset di Hari Terakhir Perdagangan Sebelum Libur Panjang Lebaran

×

IHSG Terpeleset di Hari Terakhir Perdagangan Sebelum Libur Panjang Lebaran

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan IHSG yang menunjukkan penurunan sebelum libur panjang Lebaran.
IHSG mengalami tekanan pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang Lebaran, dengan aksi jual investor menekan indeks ke level 6.443. Foto Ilustrasi

EKSPOSTIMES.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (27/3/2025) dengan langkah mundur. Dibuka melemah 29,08 poin atau 0,45% ke level 6.443 pada pukul 09.05 WIB, IHSG bergerak dalam tekanan seiring meningkatnya aksi profit-taking menjelang libur panjang Idulfitri.

Volume transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai 850 juta saham dengan nilai transaksi Rp748 miliar, melibatkan 64.546 kali perdagangan. Dari seluruh emiten yang diperdagangkan, 174 saham menguat, 200 saham melemah, dan 152 saham stagnan.

Perdagangan hari ini menjadi yang terakhir sebelum libur panjang Bursa Efek Indonesia, yang akan berlangsung selama delapan hari, mulai Jumat, 28 Maret 2025 hingga Senin, 7 April 2025. Kondisi ini menimbulkan kecenderungan aksi ambil untung (profit-taking), membuat IHSG rentan terkoreksi lebih dalam.

Baca Juga: IHSG Melejit di Pembukaan, Saham Big Banks Jadi Motor Utama

BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa secara tren jangka panjang, IHSG masih dalam pola bearish. Namun, jika indeks mampu menembus resistance di 6.500, maka peluang kenaikan ke 6.700 akan terbuka. Saham pilihan mereka hari ini adalah BBNI, MDKA, MBMA, dan PNLF.

MNC Sekuritas melihat dua skenario pergerakan IHSG. Dalam skenario optimistis, IHSG sedang berada di awal wave B dari wave (Y), yang berarti ada peluang untuk menguji resistance di 6.557–6.938.

Namun, jika skenario hitam terjadi, IHSG bisa kembali terkoreksi ke level 5.879–5.975. Saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas adalah BBNI, DSNG, ITMG, dan MDKA.

Baca Juga: IHSG Melonjak 1,21%, Saham Perbankan Panaskan Bursa

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan menguji level psikologis 6.500 pada Jumat, tetapi aksi profit-taking bisa semakin menekan indeks.

Mereka juga mengingatkan potensi dividend trap, terutama untuk saham bank berkapitalisasi besar yang baru mengumumkan dividen dalam RUPS. Saham pilihan Phintraco hari ini mencakup MDKA, PGAS, ASSA, ICBP, dan CPIN.

Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia menyoroti dampak global terhadap IHSG. Melemahnya indeks di Wall Street serta depresiasi rupiah terhadap dolar AS bisa menjadi katalis negatif, meski masuknya investor asing dan penguatan harga komoditas berpotensi memberikan dukungan.

Baca Juga: IHSG Menguat 1,36 Persen di Tengah Redanya Ketegangan Perdagangan AS

IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas, dalam kisaran support 6.361–6.235 dan resistance 6.587–6.707. Saham yang mereka rekomendasikan adalah KLBF, HEAL, INTP, BBNI, TLKM, dan MAPI.

Mirae Asset Sekuritas mengingatkan bahwa aksi jual menjelang libur panjang bisa semakin menekan IHSG. Pelemahan indeks saham AS semalam—S&P 500 turun 1,1% dan Nasdaq anjlok 2%—juga menjadi faktor yang harus diwaspadai. Saham pilihan Mirae Asset untuk hari ini adalah BREN, BRPT, CUAN, TPIA, dan AVIA.

“Spekulasi pasar terhadap posisi pejabat kunci ekonomi serta lemahnya komunikasi kebijakan turut mempengaruhi aktivitas investor asing di pasar saham,” tulis analis Mirae dalam laporannya.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Investor Bersiap Hadapi Tekanan Jelang Libur Panjang

Dengan tekanan dari faktor domestik maupun global, IHSG masih berada di persimpangan. Apakah indeks mampu bertahan di atas level psikologis 6.500, atau justru semakin tergelincir? Semua akan ditentukan oleh sentimen pasar dalam sesi perdagangan terakhir sebelum libur panjang. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d