Ekonomi & Bisnis

IHSG Menguat 1,36 Persen di Tengah Redanya Ketegangan Perdagangan AS

×

IHSG Menguat 1,36 Persen di Tengah Redanya Ketegangan Perdagangan AS

Sebarkan artikel ini
IHSG menguat 1,36% di tengah redanya ketegangan perdagangan AS, mencerminkan optimisme pasar.
Foto ilustrasi

EKSPOSTIMES.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini dengan langkah optimistis. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG menguat 83,77 poin atau 1,36% ke level 6.244.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume perdagangan mencapai 675 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp936 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 61.282 kali.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 274 saham bergerak naik, sementara 124 saham melemah, dan 172 saham stagnan.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Investor Bersiap Hadapi Tekanan Jelang Libur Panjang

Katalis utama penguatan IHSG datang dari peredaan kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan AS. Presiden Donald Trump yang sebelumnya mengancam kebijakan tarif ketat bagi mitra dagangnya, kini menunjukkan sinyal lebih lunak.

Seperti dilaporkan Bloomberg News, tarif baru yang akan diumumkan AS diperkirakan lebih terfokus, berbeda dari ancaman awal yang lebih luas dan agresif.

Bahkan, Trump menyatakan bahwa mitra dagang AS masih memiliki kesempatan untuk memperoleh pengecualian atau pengurangan tarif.

Baca Juga: IHSG Terjun Bebas, Ekonomi Indonesia di Ujung Tanduk! Daya Beli Merosot, Utang Membengkak

Hal ini memberikan dorongan psikologis bagi pasar global, termasuk di Indonesia.

“Pasar tampaknya akan terus pulih dari tekanan sebelumnya. Setiap sinyal pengurangan dampak tarif bisa menjadi katalis positif,” ujar Ivan Feinseth, analis dari Tigress Financial Partners.

Sebelumnya, Trump menyebut 2 April mendatang sebagai “Hari Pembebasan,” menandai langkah proteksionisme yang diklaim sebagai bentuk perlindungan ekonomi AS.

Namun, dengan adanya peluang negosiasi tarif, negara-negara mitra dagang AS kini berlomba-lomba untuk mengamankan kesepakatan yang lebih menguntungkan.

Sementara itu, sejumlah analis dari JPMorgan Chase & Co, Morgan Stanley, dan Evercore ISI menilai momentum pasar sudah beralih ke tren positif. Mereka mengacu pada faktor sentimen investor, pola investasi, serta kondisi musiman yang cenderung mendukung penguatan pasar saham.

Dengan kondisi ini, pelaku pasar akan terus mencermati kebijakan perdagangan AS serta langkah respons dari negara-negara lain untuk menentukan strategi investasi yang lebih solid. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d