EKSLOSTIMES.COM- TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 60.205 ekor Benih Bening Lobster (BBL) yang hendak dikirim ke luar negeri, Sabtu (8/2). Operasi ini merupakan hasil kerja sama antara TNI AL, Bea Cukai Juanda, serta sejumlah pemangku kepentingan di Bandara Internasional Juanda.
BBL tersebut rencananya akan diselundupkan ke Singapura menggunakan pesawat Scoot Tiger Air TR-263, yang dijadwalkan berangkat pada Jumat, 7 Februari 2025, pukul 19.40 WIB.
Komandan Satgaspam TNI AL Bandara Juanda, Letkol Laut (P) Dani Widjanarka, dalam konferensi pers di Loby Mako Lanudal Juanda Puspenerbal, Sidoarjo, Senin (10/2), menjelaskan bahwa kasus ini terungkap berkat kecurigaan petugas terhadap penumpang yang membawa barang mencurigakan.
Saat dilakukan screening bagasi, petugas menemukan dua boks berisi benih lobster. Pemeriksaan lebih lanjut yang melibatkan Aviation Security Airline Lion Air dan petugas pintu kedatangan karyawan memastikan bahwa boks tersebut berisi benih lobster jenis pasir dan mutiara.
TNI AL kemudian mengamankan tiga tersangka, yakni RP (41), bertugas sebagai kurir yang membawa barang, KH (29), penerima barang di Bandara Juanda, serta pelaku ketiga yang warga Nusa Tenggara Timur berperan sebagai sopir yang mengantarkan barang menggunakan mobil boks dan mobil Xenia.
Pengungkapan ini dilakukan dalam pengembangan selama 18 jam setelah penangkapan awal.
Dari hasil operasi ini, petugas menyita 49 bungkus plastik berisi 60.205 ekor benih lobster, terdiri dari 59.154 ekor benih lobster jenis pasir dan 1.051 ekor benih lobster jenis mutiara.
Kerugian negara akibat penyelundupan ini ditaksir mencapai Rp 9.083.300.000 (Rp 9 miliar lebih). Saat ini, barang bukti dan para tersangka telah diserahkan ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Juanda untuk penyelidikan lebih lanjut.
Keberhasilan penggagalan ini merupakan bagian dari implementasi Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Ia menegaskan bahwa TNI AL akan terus berkomitmen dalam menjaga keamanan wilayah, termasuk pengawasan ketat di dunia penerbangan untuk mencegah tindak pidana dan pelanggaran hukum lainnya.
Operasi ini sekaligus menjadi bukti ketatnya pengamanan Bandara Juanda sebagai jalur strategis internasional, sehingga berbagai upaya penyelundupan dapat digagalkan sebelum merugikan negara lebih besar. (tim)











