EKSPOSTIMES.COM- Fungsi mercusuar di Pulau Pakolor, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, dilaporkan tidak berjalan optimal menyusul kerusakan berat pada rumah dinas penjaga yang belum kunjung diperbaiki hingga kini.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada operasional fasilitas navigasi laut yang seharusnya menjadi penunjuk arah dan pemberi sinyal bagi kapal yang melintas di perairan setempat.
Sejumlah kalangan menilai, situasi ini berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal nelayan dan pelayaran rakyat.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, tidak ada lagi petugas yang berjaga di lokasi. Ketiadaan penjaga terjadi karena rumah dinas dalam kondisi rusak parah dan tidak layak huni sejak lama.
“Sudah lama tidak ada penjaga karena rumah dinasnya rusak berat dan belum pernah diperbaiki,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Menurut dia, pemeliharaan fasilitas navigasi semestinya menjadi bagian dari tanggung jawab rutin, termasuk penyediaan anggaran perbaikan. Namun hingga saat ini, upaya rehabilitasi belum terlihat di lapangan.
Padahal, keberadaan mercusuar memiliki peran vital dalam sistem keselamatan pelayaran, terutama di wilayah dengan lalu lintas kapal yang cukup padat dan keterbatasan alat navigasi modern.
Menara mercusuar Pulau Pakolor berada di bawah kewenangan Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Bitung. Hingga Senin (13/4/2026), belum ada keterangan resmi dari instansi tersebut terkait rencana perbaikan maupun langkah penanganan atas gangguan fungsi mercusuar tersebut. (christian)







