EKSPOSTIMES.COM- Pemerintah memastikan dukungan penuh terhadap stabilitas pasar modal Indonesia sebagai kunci menjaga kepercayaan investor dan optimisme pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika sosial politik saat ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang mencapai 5,12 persen (yoy) serta PMI Manufaktur kembali ke level ekspansif di 51,5 persen.
“Cadangan devisa per Juli masih di angka USD 152 miliar, sistem perbankan nasional juga sehat. Pemerintah punya kapasitas dan komitmen penuh untuk menjaga stabilitas ekonomi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia, Selasa (2/9/2025).
Pasar modal Indonesia juga menunjukkan tren positif dengan IHSG sempat menembus rekor all time high pada akhir Agustus. Menurut Airlangga, momentum ini harus dijaga melalui strategi komprehensif, mulai dari percepatan realisasi belanja negara, stimulus tambahan, hingga program penguatan konsumsi masyarakat.
Sejumlah program prioritas dipercepat, di antaranya Makan Bergizi Gratis, sektor perumahan, pariwisata, dan belanja modal pemerintah yang diharapkan langsung mendorong daya beli masyarakat.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemerintah membentuk Satgas Pencegahan PHK sebagai langkah antisipasi agar kesejahteraan pekerja tetap terjaga. Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan keberpihakan pada kelompok rentan.
“Stabilitas pasar dan pertumbuhan ekonomi adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat Indonesia Incorporated, seluruh komponen bangsa harus bersatu agar ekonomi tetap tumbuh,” tegas Airlangga.
Airlangga juga menekankan pentingnya komunikasi intensif dengan investor, emiten, dan pelaku pasar modal agar rencana investasi berjalan sesuai jadwal. Pemerintah, kata dia, akan memastikan sistem keuangan tetap stabil dan koordinasi lintas otoritas berjalan efektif.
Turut hadir dalam acara ini, Direktur Utama BEI Iman Rachman, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi, serta sejumlah pejabat Kemenko Perekonomian dan jajaran Self-Regulatory Organization.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas pasar modal sekaligus memastikan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama. (lian)













