Peristiwa

Merah Putih ‘Dikalahkan’ Bendera One Piece, Pemerintah Siap Bertindak

×

Merah Putih ‘Dikalahkan’ Bendera One Piece, Pemerintah Siap Bertindak

Sebarkan artikel ini
Bendera bajak laut One Piece dikibarkan berdampingan dan lebih tinggi dari bendera Merah Putih saat perayaan bulan kemerdekaan.
Kontroversi Pengibaran Bendera One Piece di Bulan Kemerdekaan

EKSPOSTIMES.COM- Jagat media sosial kembali diguncang oleh ulah segelintir oknum yang dianggap mencederai kehormatan simbol negara.  Pengibaran bendera bergambar logo bajak laut dari serial anime One Piece, berdampingan bahkan tampak lebih tinggi dari Sang Merah Putih, di tengah perayaan bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Tindakan tersebut sontak menuai kecaman luas dari publik. Gelombang protes bermunculan, mempertanyakan sensitivitas pelaku terhadap nilai-nilai kebangsaan. Momen sakral bulan Agustus yang seharusnya menjadi ajang penghormatan bagi jasa para pahlawan, justru dinodai oleh tindakan yang dianggap tak patut dan provokatif.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan angkat bicara. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar kekeliruan biasa, melainkan berpotensi melanggar hukum dan mencoreng martabat negara.

Baca Juga: Menko Polhukam Budi Gunawan Tegas! Negara Tak Akan Diam Hadapi Premanisme Berkedok Ormas

“Ini adalah upaya untuk melindungi martabat dan simbol negara,” ujar Budi dalam pernyataan tertulis kepada wartawan, Minggu (3/8).

Ia menegaskan, pengibaran bendera negara telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Pada Pasal 24 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang dilarang mengibarkan bendera negara di bawah bendera atau lambang apa pun.

“Bulan kemerdekaan adalah sebuah pengingat untuk kita semua, bahwa kita mewarisi bangsa yang didirikan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan,” tegasnya.

Budi mengaku sangat prihatin dengan fenomena tersebut. Ia melihat adanya upaya sistematis dari sebagian kelompok untuk menurunkan marwah bendera merah putih dengan menggantinya menggunakan simbol-simbol fiksi yang tidak relevan.

Baca Juga: Menko Polkam Pastikan Dana Aman, Meski Rekening Dormant Diblokir Sementara oleh PPATK

“Dalam beberapa hari terakhir, kami mencermati adanya provokasi yang bertujuan merendahkan simbol negara. Ini bukan soal hobi atau ekspresi pribadi. Ini soal harga diri bangsa,” ujar mantan Kepala BIN itu.

Menurutnya, pengibaran Sang Saka Merah Putih bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dari darah dan air mata para pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kehormatan simbol negara dengan tidak melakukan tindakan yang sembrono, apalagi di bulan penuh makna seperti Agustus.

Lebih lanjut, pemerintah akan mengambil langkah hukum secara tegas dan terukur apabila ditemukan unsur kesengajaan dan niat memprovokasi dalam peristiwa tersebut.

“Sebagai negara hukum, tindakan yang mencederai simbol negara tidak bisa dibiarkan. Penegakan hukum akan kami lakukan dengan tujuan menjaga ketertiban dan kewibawaan nasional,” katanya.

Ia pun menyerukan agar masyarakat merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh kesadaran sejarah dan semangat persatuan.

“Mari kita rayakan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan penuh rasa syukur dan juga harapan bahwa bendera tersebut akan terus berkibar selamanya di bumi pertiwi Indonesia,” pungkas Budi Gunawan. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d