Peristiwa

Trump Klaim Tangkap Maduro Lewat Operasi Militer, Dunia Tersentak dan Kedaulatan Venezuela Dipertanyakan

×

Trump Klaim Tangkap Maduro Lewat Operasi Militer, Dunia Tersentak dan Kedaulatan Venezuela Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Donald Trump mengklaim penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro lewat operasi militerAmerika Serikat.

EKSPOSTIMES.COM- Ketegangan geopolitik Amerika Serikat dan Venezuela memasuki fase paling eksplosif dalam dua dekade terakhir setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengklaim telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, melalui sebuah operasi militer udara yang disebutnya “sukses dan terukur”.

Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Trump kepada media internasional pada Minggu (4/1/2026). Ia menyebut operasi tersebut melibatkan kekuatan militer Amerika Serikat dan penegak hukum federal, dengan target langsung pucuk pimpinan Venezuela.

“Dia, bersama istrinya, telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum Amerika Serikat,” ujar Trump, seperti dikutip media internasional.

Klaim tersebut segera mengguncang opini publik global. Sejumlah saksi di Caracas melaporkan adanya ledakan, suara pesawat tempur, serta kepulan asap hitam di langit ibu kota Venezuela pada Sabtu dini hari waktu setempat. Aktivitas itu disebut berlangsung sekitar 30 hingga 90 menit dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah selatan kota yang berdekatan dengan fasilitas militer.

Namun hingga kini, belum ada konfirmasi independen dari pemerintah Venezuela, Perserikatan Bangsa-Bangsa, maupun lembaga internasional lain yang memastikan kebenaran penangkapan tersebut. Pemerintah Venezuela sebelumnya menyebut informasi soal penangkapan Maduro sebagai provokasi dan perang informasi.

Situasi semakin memanas ketika Trump mengunggah foto seorang pria yang disebut sebagai Nicolás Maduro dalam kondisi mata tertutup dan tangan diborgol di atas kapal perang Amerika Serikat, USS Iwo Jima. Foto tersebut diklaim diambil beberapa jam setelah operasi berlangsung. Trump bahkan menuliskan keterangan bahwa Maduro diterbangkan dari Caracas menggunakan helikopter militer.

USS Iwo Jima diketahui merupakan kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS yang beroperasi di kawasan Karibia dalam beberapa pekan terakhir. Dalam wawancara lanjutan, Trump menyatakan bahwa Maduro dan istrinya akan menghadapi dakwaan di New York terkait tuduhan terorisme narkotika dan konspirasi penyelundupan kokain.

“Penerbangan yang menyenangkan,” kata Trump dengan nada sinis. “Mereka telah membunuh banyak orang.”

Pernyataan ini memicu kecaman keras dari sejumlah negara Amerika Latin dan pengamat hukum internasional. Banyak pihak mempertanyakan dasar hukum operasi lintas batas tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

Di dalam negeri Amerika Serikat sendiri, kritik juga bermunculan. Sejumlah anggota Kongres menuntut penjelasan resmi Gedung Putih, khususnya terkait keterlibatan militer tanpa persetujuan legislatif.

Terlepas dari benar atau tidaknya klaim Trump, satu hal tak terbantahkan retorika dan manuver politik Washington telah membawa konflik AS–Venezuela ke titik paling berbahaya. Dunia kini menanti klarifikasi resmi, bukti konkret, serta sikap komunitas internasional atas peristiwa yang berpotensi mengubah peta geopolitik kawasan Amerika Latin secara drastis. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d