EKSPOSTIMES.COM- Kota Tomohon kembali diguncang peristiwa mengenaskan. Seorang pemuda berusia 19 tahun, berinisial DDJD, warga Manembo-nembo Atas, Bitung, tewas secara mengenaskan usai ditikam oleh temannya sendiri. Insiden berdarah itu terjadi pada Selasa sore, 6 Mei 2025, di Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan.
Menurut informasi yang dihimpun dari kepolisian, peristiwa ini bermula dari cekcok antara korban dan pelaku berinisial VDM, warga Paslaten, Tomohon. Keduanya sedang bertamu ke rumah seorang perempuan berinisial AKS, yang merupakan teman mereka bersama.
Baca Juga: Polisi Tangkap Perempuan Tomohon Pengedar 1.110 Butir Obat Keras, Segini Ancaman Hukumannya
Adu mulut antara keduanya memanas dalam waktu singkat. Dalam keadaan emosi, pelaku secara tiba-tiba mencabut sebilah pisau yang diselipkan di pinggang, lalu menghujamkannya ke tubuh korban. Beberapa tusukan mengarah ke bagian vital, perut, pinggang, hingga leher korban, menyebabkan luka serius yang membuatnya tak berdaya.
Teman-teman mereka yang menyaksikan kejadian itu sontak panik. Dengan tergesa, mereka membawa korban menggunakan sepeda motor ke RS Gunung Maria Tomohon. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhir akibat luka tusukan yang dalam dan banyak mengeluarkan darah.
Usai melakukan penikaman, pelaku langsung melarikan diri. Polsek Tomohon Selatan yang menerima laporan segera turun ke lokasi kejadian (TKP) untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengamankan barang bukti.
Kapolsek Tomohon Selatan, Ipda Wiranata R. Manggala, S.Tr.K., bersama tim dari Polres Tomohon, bertindak cepat mengamankan TKP dan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk visum dan otopsi korban. Jenazah korban kini telah dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado.
Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis, S.I.K., memerintahkan Satreskrim dan Tim Resmob Polres Tomohon di bawah pimpinan Iptu Stevi Sumolang, S.H., M.H. untuk memburu pelaku yang identitasnya sudah diketahui.
“Kami bergerak cepat. Penyelidikan intensif terus dilakukan. Kami pastikan pelaku akan segera ditangkap dan diproses hukum seberat-beratnya,” tegas Kapolres.
Kasus ini menyentuh nurani publik dan menjadi peringatan keras akan bahaya membawa senjata tajam tanpa izin serta lemahnya kendali emosi di kalangan remaja dan pemuda. Tragedi ini seharusnya membuka mata semua pihak, keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial, untuk lebih waspada dan aktif dalam pembinaan moral serta etika pergaulan anak muda. (riz)







